Alat Musik Jenggong, Kesenian Khas Batak Toba

0
169

Jenggong adalah alat musik suku Batak Toba yang terbuat dari logam, memiliki konsep yang sama dengan saga-saga. Cara memainkan instrumen ini ditempatkan di depan mulut dengan mengembusnya  lidah gemetar. Mulut hanya sebagai penyangga. Ujung yang lain memiliki tali. Tali itu ditarik dan diulur ke arah kanan depan dengan kuat sehingga tali bergetar. Getaran dari tali itulah yang menghasilkan suara. Suara yang dihasilkan alat musik ini sangat unik, terlihat mirip dengan suara binatang katak.

Jenggong dibuat dengan bahan pelepah pohon enau. Pelepah yang digunakan harus yang tua dan kering. Pelepah ini kemudia dipotong membentuk persegi panjang dengan panjang 20 sentimeter dan lebar 2 sentimeter. Bagian dalamnya dipotong juga sehingga hanya ada kulit luarnya saja yang keras sekitar 0,5 milimeter. Di ujung bawah Jenggong, dibuat lubang kecil untuk tali benang. Tali yang panjangnya 5 sentimeter ini diikatkan juga pada sebuah bambu kecil sepanjang 10 sentimeter untuk dipegang sang pemain. Walaupun alat musik ini terlihat sederhana, tapi dalam memainkannya tidak sesederhana penampilannya. Dalam memainkan alat musik Jenggong ini, pemain harus belajar dengan penuh konsentrasi cara mengolah pernapasan melalui Genggong. Hal ini dimaksudkan agar nada yang dihasilkan lebih berirama. Apabila seseorang mendengar suara alat musik ini untuk pertama kali, maka mereka akan mendengar suara yang dihasilkan dari alat musik ini terdengar aneh dan tak bernada. Akan tetapi, bila sang pemain memiliki keahlian, terutama dalam mengolah pernapasan, maka alat musik ini dapat menghasilkan suara indah dan begitu unik.

Jenggong memang dikenal sebagai alat musik tradisional yang dimainkan para pemuka atau tetua adat, yang dipergunakan untuk mengisi waktu luang mereka. Pada masa sekarang ini, alat musik Jenggong semakin jarang digunakan, tapi keberadaannya tetap lekat di hati para tetua penduduk desa di daerah Sumatra Utara. Mereka masih menyimpan peninggalan keluarga itu dengan baik, bahkan beberapa di antaranya masih memproduksi alat musik ini untuk dijadikan koleksi bagi para wisatawan yang datang ke Tenganan. Meski jarang digunakan, Genggong masih ada dan belum terlupakan.

Konon, pada zaman dulu musik ini sangat berkaitan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain digunakan membuat hati senang atau mengisi waktu luang, kesenian ini juga sering dipentaskan dan mendapat undangan dari masyarakat yang mengadakan upacara. Musik Jenggong berbeda dengan musik lain, musik lain. Hal ini disebabkan karena biasanya benda ini akan  dipadukan dengan benda lain agar dapat menimbulkan bunyi,. Hal ini berlaku bagi pemula, yang belum memiliki keahlian dalam pengaturan pernapasan. Ternyata, alat musik ini terdapat pula di wilayah lain di Indonesia, seperti di Provinsi Bali. Di Bali, alat musik Jenggo bernama Genggong.