Profil: Bappeda Loksumawe

0
88

Bappeda Lhokseumawe adalah singkatan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lhokseumawe dalam bahasa Inggris dan merupakan dewan pengembangan perencanaan regional. Bappeda Kota Lhokseumawe memiliki tugas untuk mengelola urusan dan pembangunan pemerintahan di bidang perencanaan, dan pekerjaan pembangunan ekonomi; Perencanaan pembangunan infrastruktur; Perencanaan Pembangunan Aceh dan Sumber Daya Manusia; Penelitian dan pengembangan; bidang pendanaan program dan pengembangan; Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan kelompok fungsional kelompok tuan rumah sesuai dengan hukum dan peraturan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, disingkat Bappeda, dibentuk setelah Kota Lhokseumawe diakui sebagai pemerintah daerah Kota Lhokseumawe. Hal itu menandai terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 82 Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4109, yang disahkan pada tanggal 1 Juni 2001.  Bappeda  ini merupakan satu kesatuan dalam lingkup Pemerintah Kota Lhokseumawe. ini sesuai dengan keputusan Walikota Lhokseumawe No. 04 tahun 2001 tentang Pembentukan struktur organisasi dan tata kerja Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Bappeda Lohksumaweh memiliki beberapa tugas. Pertama, formulasi kebijakan teknis di bidang perencanaan pembangunan daerah. Daripada, Pelaksanaan pengembangan teknis di bidang perencanaan pembangunan daerah; Yang ketiga, Pedoman implementasi untuk bimbingan teknis di bidang perencanaan pembangunan daerah. Tugas lainnya adalah membuat penilaian dan perumusan konsep kebijakan di bidang perencanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu, mereka dapat membuat persiapan pengembangan daerah arketipe yang terdiri dari Rencana Kerja (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Mereka juga dapat melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan daerah dan mendokumentasikan dan menyebarluaskan hasil. Selain itu, mereka harus membuat persiapan rencana pembangunan lokal dalam jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Bappeda di Lhoksumaweh juga harus menguraikan rencana pembangunan lokal dalam bentuk Program Pembangunan Daerah (Propeda) periode lima tahun. Selanjutnya, mereka harus menguraikannya, ke dalam program pengembangan tahunan untuk program dekonsentrasi dan aspirasi masyarakat, yang bersifat dosentralisasi.

Pada tahun 2018 ini, sebuah tim dari Bappeda Kota Lhokseumawe datang ke kantor Bappeda Kota Banda Aceh, pada Maret 2018 lalu. Tim yang terdiri dari para kepala bidang Bappeda Kota Lhokseumawe ini datang atas undangan dari Kepala Bappeda Kota Banda Aceh dalam rangka pelaksanaan Training of Trainer. Undangan ini untuk melanjutkan perjanjian antara Pemerintah Banda Aceh dan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang ditandatangani pada akhir tahun 2017. Perjanjian kerjasama tersebut berisi replikasi aplikasi perencanaan Kota Banda Aceh oleh kota Lhokseumawe. Aplikasi perencanaan Kota Banda Aceh yang diadopsi oleh Kota Lhokseumawe berisi dua aplikasi berbasis online, yaitu e-musrenbang dan i-plan.