Destinasi Wisata Yang Memudar Keindahannya

0
53

Berkunjung ke tempat wisata yang indah pasti memiliki sebuah  kepuasan tersendiri. Kita  bisa lebih mensyukuri nikmat pemberian yang kuasa. Namun, apa jadinya bila tempat yang dulunya indah kini menjadi tempat yang kumuh, rusak, atau bahkan tidak lagi dijadikan tempat wisata. Ironis sekali kita melihatnya, seperti beberapa destinasi wisata berikut ini:

Taman Bunga Amaryllis
Taman Bunga Amaryllis yang ditanam oleh  Sukadi semenjak 2006 di halaman rumahnya di daerah Pathuk Gunung Kidul sekarang telah rusak karena banyaknya pengunjung yang berselfie ria tanpa menghiraukan tanaman bunga Amaryllis yang terinjak atau sengaja dijadikan alas rebahan untuk mendapat sudut foto yang dianggap paling menarik. Bunga Amarilis atau terkenal dngan nama lokalnya  Brambang Procot ini dulunya dianggap mengganggu tanaman para petani karena menyebabkan  petani gagal panen. Tapi Sukadi yang  Brambang Procot ini sangat indah dan mulai menanamnya di halaman rumahnya. Namun bunga yang mekar hanya setahun sekali ini sekarang telah tinggal kenangan. Sukadi mengatakan akan menanamnya kembali, namun tidak tahu kapan akan bisa merasakan keindahannya kembali.
Danau Ranu Kumbolo
Destinasi Wisata Yang Memudar Keindahannya
Danau Ranu Kumbolo di Taman Nasional BromoTengger Semeru kini tak lagi indah seperti dulu. Bagi para pendaki Gunung Semeru sebelum tahun 2010 Danau Ranu Kumbolo adalah danau sebening kaca. Banyak orang yang berkemah didekatnya. Namun Ranu Kumbolo kini tidak lagi indah seperti dulu karena banyaknya tumpukan sampah disekitarnya.   Banyak pendaki-pendaki yang tidak tahu aturan, seenaknya meninggalkan sampah di kawasan Ranu Kumbolo yang harusnya steril dari sampah. Tidak adanya kesadaran para pendaki untuk bertanggung jawab atas limbah yang mereka hasilkan,
Pulau Tidung
Destinasi Wisata Yang Memudar Keindahannya

Lokasi Pulau Tidung dekat dengan Ibu Kota. Waktu tempuhnya hanya tiga jam menggunakan kapal nelayan dari Muara Angke. Karena lokasinya yang dekat membuat pulau jadi terlalu padat akan wisatawan, bahkan  para turis ini turut membawa kebiasaan membuang sampah sembarangan.