Mengenal Suku Dayak Mualang, Kalimantan

0
52

Suku Dayak Mualang adalah penduduk asli Kalimantan yang termasuk dalam kelompok Dayak dan kelompok sub-etnis dari orang-orang Iban. bahasa yang digunakan oleh orang-orang Mualang yang termasuk dalam cabang bahasa iban dengan dialek ibane lainnya seperti kantouk, bugao, desa, seberuang, ketungau, sebaruk, dll. Perbedaannya terletak pada pengucapan dan aksen kata-kata yang digunakan oleh kelompok sub-etnis ibic lainnya. Misalnya, kata-kata yang berakhiran “i” diganti dengan “e” atau “y” seperti “kedire”, “rari” menjadi “rare”, “inai” menjadi “inay” dan “pulai” ” Pulay”. Kata-kata ini selalu memiliki arti yang sama meskipun pengucapannya berbeda. Suku Dayak Mualang adalah anggota dari Kecamatan Belitang, Kecamatan Sekadau, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Belitang Hulu, kecamatan Sekadau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Suku Dayak Mualang dikelompokkan ke dalam klan Dayak iban

Dipercaya bahwa asal suku Dayak Mualang berasal dari 2.000 tahun lalu ke suatu tempat atau daerah yang disebut Temawai atau Temawang Tampun Juah, sebuah wilayah subur di Sungai Sekayam bagian atas di Kabupaten Kapuas Sanggau. lebih spesifik di desa Segomun, di kecamatan Noyan. Di masa lalu, suku Dayak Mualang adalah kelompok dengan kelompok Iban lain, yang pada waktu itu masih disebut kelompok Iban, komunitas Pangau Banyau, atau kumpulan manusia imajiner dan manusia. Dayak Mualang, yang dahulu, selalu hidup dengan  berpindah-pindah, membersihkan hutan dengan menebang dan membakar pohon, yang selalu berpindah, juga berburu dan mengumpulkan hasil hutan seperti rotan dan karet. Saat ini, suku Dayak Mualang telah maju dan banyak dari mereka sekolah ke universitas, bekerja di lembaga pemerintah dan menjadi karyawan swasta, serta banyak orang lain yang mengelola bisnis mereka sendiri.

Salah satu upacara meriah tradisional yang diperingati oleh suku Dayak Mualang adalah Gawai Dayak, yang merupakan acara tradisional atau dapat dianggap sebagai ritual tradisional yang biasanya dilakukan pada pembukaan lahan. Dayak sendiri terdiri dari beberapa jenis: b’redua beneh, b’redua pangol, b’redua sapek padi dan juga pam pulot b’redua. Upacara suku Dayak memiliki makna dan tujuan untuk berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan banyak berkat atas panen yang telah diterima, dan juga terima kasih atas tanah yang telah memberikan kesuburan pada tanaman padi; Selain itu, upacara  Dayak b’redua beneh dilakukan untuk berdoa bagi benih padi yang akan ditanam kembal, sesuai dengan nama b’redua yang berarti berdoa dan beneh berarti benih padi;