Kawasan Ciletuh Geopark Sukabumi

0
49

Cultural Diversity Ciletuh Geopark adalah kunci pengembangan Ciletuh Geopark yang menjadi sangat penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.

Nilai budaya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat yang bermanfaat untuk pengembangan kawasan wisata di Sukabumi.

Sekitar Jampang dan daerah Palabuhanratu adalah daerah yang sudah dikenal dengan keragaman budaya dan nilai sejarah yang tidak dapat dipisahkan dan dapat menunjang program pemerintah dalam menjadikan Kawasan Ciletuh Geopark sebagai tujuan wisata unggulan di Sukabumi dan Jawa Barat.

Karena itu Cultural Diversity Ciletuh Geopark layak menjadi bagian yang harus diperhatikan selain kekayaan alam berupa pantai, air terjun, dan potensi wisata lainnya.

Ciletuh berasal dari bahasa Sunda,yaitu “Ci” artyinya air dan “Leeteuk dan Kiruh” sungai berlumpur. Jadi Ciletuh bisa diartikan air berlumpur. Sungai Ciletuh hulu terletak di desa Ciletuh di Kecamatan Jampang Kulon. Saat ini, nama Ciletuh menjadi nama formasi batuan geologi di Sukabumi, Jawa Barat.

Kawasan Ciletuh merupakan bagian dari wilayah Kasepuhan Banten Selatan. Hal tersebut dapat dibuktikan ditemukan “leuit-leuit” atau rumah khusus yang terbuat dari kayu dan bambu sebagai penyimpanan padi tradisional.

Daerah yang tampak masih berdiri leuit berada di desa desa Lamping Girimukti, makam Mbah Durak di desa Mekarjaya, dan kampung Cipondok di Desa Waluran. Ketiga kawasan ini harus dilestarikan sebagai desa adat masyarakat leluhur Ciletuh.

Kawasan Ciletuh Geopark Sukabumi

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Sukabumi selatan menjadi kawasan perkebunan teh dan kelapa. Kebun teh peninggalan Belanda masih dapat dilihat di pabrik teh Bojongasih di Ciemas. Sedangkan perkebunan kelapa  berada di Kabupaten Ciracap.

Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari kerajinan masyarakat kawasan Ciletuh. Produk kerajinan yang dibuat dari anyaman bambu, antara lain kipas, keranjang, nampan, wayang golék, gerabah, seruling, dan batik pakidulan.

Batik dikenalkan kepada masyarakat sebagai produk baru di kawasan Ciletuh Geopark. Para pengrajin di kampung batik desa Purwasedar mengembangkan motif terinsipirasi dari situs geologi. Motif batik ini dikenal sebagai “Batik Pakidulan”.

Kawasan Ciletuh Geopark Sukabumi

Adapun agenda kegiatan tahunan di Kawasan Ciletuh Geoprak adalah penyelenggaraan upacara adat, pertunjukan keseniaan, dan seni beladiri. Jenis tradisi ini menjadi cultural diversity Ciletuh Geopark yang harus tetap lestarikan.

Kehidupan tradisi masyarakat masih lekat dengan cara bertani (tatanen) dan hajat laut. Dari keseniaannya berupa cerita rakyat, permaninan rakya, seni musik, dan tari tradisional.

Tata cara menanam padi yang disebut tatanen tetap bertahan dan dipengaruhi oleh adat Kasepuhan Ciptagelar. Para petani masih menggunakan aturan pemilihan jenis padi , upacara menanam, dan memanen padi.

Untuk upacara Pesta Laut atau disebut “Hajat Laut” dilaksanakan di pantai selatan. Upacara tradisional masyarakat nelayan pantai sebagai simbol  rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah dan harapan keselamatan bagi nelayan.

Kesenian yang dipertunjukkan dalam upacara hajat laut adalah festival Ciletuh atau upacara hari besar nasional, antara lain: Gondang, Buncis, penampilan Angklung Geblug, Reog, Calung, Gendang Penca, Degung, Badawang, Kuda Lumping, Wayang Golek, serta seni beladiri Pencak Silat.

Mitos dan cerita rakyat pun menjadi cultural diversity Ciletuh Geopark yang terus lestari bersama kehidupan masyarakat. Cerita legenda tentang keberadaan curug dan pantai selalu menarik untuk didengarkan dari masyarakat

Mitos keberadaan Ratu Nyi Roro Kidul sebagai ratu penjaga pantai selatan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kekayaan objek wisata Kawasan geopark Ciletuh.

Cerita budaya, sejarah, tradisi, seni, bisa menjadi daya tarik untuk menarik kedatangan para wisatawan.

Semua kekayaan budaya tersebut adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di Kawasan Ciletuh. Apabila semua cultural diversity Ciletuh Geopark dikelola dengan baik, tentu saja masyarakat  dapat diuntungkan dalam pengembangan kawasan wisata Ciletuh Geopark sebagai tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.