Kerjasama Japnas Dengan Bulog Untuk Pendistribusian Bahan Pangan

0
106

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) dan  Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dilaksanakan di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Japnas menggandeng Bulog untuk mendistribusikan dan memasarkan bahan pangan yang di kelola Bulog ke seluruh Indonesia.

Ketua Umum Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan, kerja sama Japnas dan Bulog sangat penting bagi pihaknya. “Ini menunjukkan bahwa pengusaha Japnas bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata, juga memiliki kecintaan kepada Indonesia,” ungkapnya seusai Nota Kesepahaman,

Keterlibatan pengusaha dalam pendistribusian dan pemasaran bahan pangan yang dikelola Bulog, akan mampu menjaga stabilitas pasokan ke daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga tetap terjamin, menurut Bayu.

Kerjasama Japnas Dengan Bulog Untuk Pendistribusian Bahan Pangan

“Jika pendistribusiannya lancar dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, stabilitas pangan dan pemerataan tentulah akan terjaga,” lanjutnya.

Bayu  menjamin bahwa pengusaha Japnas akan memegang teguh kesepahaman yang telah ditandatangani. Karena, kebanyakan Nota Kesepahaman yang ditanda tangani antara asosiasi pengusaha, biasanya hanya berujung pada seremonial belaka.

“Kami jamin, bahwa pengusaha Japnas akan menjalankan sesuai MoU yang sudah ditandatangani dan tetap dalam koridor undang-undang yang berlaku. Kami tak ingin ini (MoU) hanya jadi seremonial belaka. Namun benar-benar dilaksanakan dan faedahnya dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia,” tandas Bayu.

Direktur Komersial Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh juga mengharapkan Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani bisa dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang sifatnya lebih teknis.

“MoU ini kami harapkan bisa segera dilanjutkan lewat perjanjian kerja sama dan segera dilaksanakan. Jangan kelamaan, apalagi sebentar lagi sudah masuk bulan Ramadan dan Lebaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Wahyudi juga mengungkapkan Bulog memiliki 500-an komplek pergudangan yang bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan kerja sama tersebut.