Uji Kelayakan Calon Tunggal Gubernur BI

0
49

Setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) hari ini, Rabu 28 Maret 2018 di Komisi XI DPR Perry Warjiyo sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia bakal dicecar berbagai pertanyaan tentang kesiapannya memimpin BI dalam lima tahun ke depan.

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menjelaskan, uji kelayakan sebaiknya dilakukan dengan penggalian yang dalam atas kemampuan Perry. Menurut Misbakhun, dalam fit and proper test mesti difokuskan pada tugas dan kewenangan gubernur BI.
“Bagaimana menjaga stabilitas harga bisa dikendalikan dengan baik, sehingga inflasi bisa terkendali. Bagaimana kebijakan operasi moneter bisa dilakukan dengan tepat,” kata Misbakhun.

Uji Kelayakan Calon Tunggal Gubernur BI

Misbakhun mengatakan, perlunya kebijakan operasi moneter untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah agar biar bisa dikendalikan. Hal ini bila dibandingkan dengan nilai kurs dolar AS dan mata dana asing lainnya di dunia.

Misbakhun menambahkan, permasalahan yang tidak kalah penting merupakan menjaga kebijakan moneter BI tetap bisa sinkron dan sejalan dengan konsep fiskal pemerintah.

Dengan demikian, daya dorong yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi yang diberikan diharapkan dari kebijakan kedua sektor itu.

“Termasuk yang perlu digali dari Perry Warjiyo yang dikenal sebagai soal arah pembuatan RUU Redenominasi Rupiah di masa yang bakal datang,” ujar Misbakhun selaku politikus Golkar tersebut.

Pada Selasa, 27 Maret 2018, Komisi XI DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 3 calon deputi gubernur Bank Indonesia. Ketiga calon itu yakni Dody Budi Waluyo, Wiwiek Sisto Widayat, dan Doddy Zulverdi.

Uji Kelayakan Calon Tunggal Gubernur BI

 

Ketiga nama calon deputi gubernur BI ini yang diajukan Presiden RI Joko Widodo kepada DPR sebagai calon pengganti Perry Warjiyo yang jabatannya akan berakhir pada April 2018.