Pemasaran Produk Industri Kecil Menengah

0
136

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha kecil menengah untuk mengembangkan bisnisnya dengan terus mendorong pemasaran produk-produk hasil Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Weti Lembanawati selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB  menyebut jumlah pelaku IKM di KBB yang saat ini sudah mencapai ribuan, dari wilayah Rongga hingga Lembang. Beberapa produk di antaranya  ada yang sudah diekspor.

“Berdasarkan pendataan potensi produk olahan dari pelaku Industri Kecil Menengah di wilayah Kabupaten Bandung Barat sangat besar untuk terus dikembangkan,” tutur Weti.

Sudah ada 6.500 produk pangan agro yang tercatat ,namun baru sekitar 2.000 di antaranya yang sudah memiliki legalitas.  Masih banyak pelaku IKM yang belum memiliki izin formal, seperti izin di kecamatan serta izin pangan industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan.

Untuk hasil kerajinan seperti dari bambu dan untuk pakaian seperti batik terus diperkenalkan dan dipromosikan melalui media sosial, katalog, pameran, dan berbagai acara di tingkat provinsi hingga pusat.

Pemasaran Produk Industri Kecil Menengah

Para pelaku IKM selalu kami ajak pada setiap event karena tujuan ke depan produk mereka bisa dipasarkan hingga luar negeri,”  kata Weti.

Para pelaku IKM juga diberikan pembinaan, pelatihan, sosialisasi, juga bantuan alat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Termasuk gelar produk seperti di Pasar Panorama Lembang yang diisi oleh sekitar 170 paguyuban produk agro dari IKM.

Pemasaran Produk Industri Kecil Menengah

Kategori Industri Kecil Menengah pun dibedakan untuk industri kecil mulai dari modal Rp50 juta, industri kecil menengah dari Rp50 juta hingga 500 juta, dan menengah ke atas dari Rp500 juta hingga 15 miliar.

“Memang macam-macam kategorinya, tergantung modal yang dimiliki pelaku IKM. Menurut Weti produk yang sudah diekspor baru produk kopi dan gula semut.

Aceng Mukaram salah seorang pelaku usaha olahan makanan singkong,, mengatakan, produk kentang renyah (crispy) miliknya semakin populer setelah selalu mengikuti pameran yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Tidak hanya penduduk lokal yang menjadi pembelinya tetapi banyak pembeli yang bukan hanya di Pulau Jawa, dari luar Jawa pun ada. Karena Aceng sering mengikuti pameran di Jakarta.

“Melalui pameran link pemasaran jadi lebih terbuka. Dari sana saya mengembangkan jaringan pemasaran ke para konsumen,” ucap Aceng.

Semoga produk-produk hasil industri kecil dan menengah ini semakin berkembang dan diminati oleh seluruh konsumen.