ASWARI: MENJAGA SUNGAI SUMSEL DENGAN KEARIFAN LOKAL

0
58

Sejumlah warga terlihat tanpa ragu mandi, mencuci dan melakukan kegiatan lain di tepi Sungai Kikim, Desa Muara Tandi, Kecamatan Gumay Talang, akhir pekan lalu. Menjelang tengah hari, aktivitas warga di sungai itu seakan menghentikan beberapa perahu kecil seakan bolak-balik jatuh dan mengikuti arus dan di sudut-sudut punggungan terlihat juga penduduk yang memancing.

Memang sebagian besar Bumi Bumi Seganti Setungguan mengandalkan sungai sebagai sumber kehidupan setiap hari. Maklum daerah yang terletak di kaki perbukitan Serelo melintasi lima sungai sebagai simbol sumber kehidupan Sungai Musi, Lematang, Kikim, Manna dan Sungai Lintang serta sejumlah anak sungai lainnya.

‘’Sejak dulu sungai memang menjadi sumber penghidupan kami,” kata Sakim, 57, warga Desa Muara Tandi.

Menyadari kearifan lokal masyarakat, Bupati Lahat, Aswari Riva’i juga fokus pada kebijakan pemerintah yang ia arahkan untuk memperhatikan ekosistem sungai selain fokus pada pembangunan infrastruktur. ‘’Sungai memang menjadi salah satu fokus kami dalam membangun Lahat, oleh karena itu kehidupan sungai harus dipelihara dengan baik,’’  kata Bupati, beberapa waktu lalu.

Caranya, antara lain, sudah puluhan kali bupati menyebarkan benih ikan di sejumlah sungai yang membelah Kabupaten Lahat. Seperti menyebarkan benih ikan baung dan ikan semah di Sungai Selangis, Kecamatan Gumay Ulu, Sungai Larangan di Desa Cecar, Kikim Timur, Sungai Muara Cawang, Desa Muara Cawang, Kecamatan Speksu, Sungai Kikim dan Sungai Lematang.

‘’Sudah kesekian kalinya kami menebar bibit-bibit ikan di aliran sungai yang ada di Lahat, karena ini adalah prioritas utama kami juga agar kelangsungan ekosistem ikan di sungai tetap terjaga. Diharapkan, benih-benih ikan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat di bantaran sungai,” katanya.

Selain menyebarkan bibit ikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat juga mendorong masyarakat untuk melestarikan ikan. Namun sayangnya, seringkali masih ditemukan orang yang menangkap ikan dengan cara menyetrum dan menggunakan racun putas. Untuk mengantisipasi perilaku warga yang nakal, Aswari berbaur dengan masyarakat mengadakan tradisi bekarang di Sungai Muara Cawang, Desa Muara Cawang, Kecamatan Speksu, beberapa waktu lalu. Bekarang adalah tradisi masyarakat Lahat menangkap ikan dengan orang-orang di sungai desa setempat dan kemudian ikan yang diperoleh dibagi oleh masing-masing peserta dengan menggunakan tali atau akar yang dimasukkan ke dalam insang ikan untuk menembus mulut ikan.

‘’Kegiatan bekarang itu seperti menjadi pesta rakyat di desa, sebab semua warga desa itu berkumpul untuk menangkap ikan di sungai bersama-sama,’’  jelasnya. Upaya yang dilakukan oleh orang nomor satu di Lahat, tampaknya menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat sebagai bentuk perhatian pemimpin terhadap rakyat. Terbukti kegiatan tersebut membuat publik antusias karena tanpa bupati canggung diiringi oleh istrinya Hj. Raden Rukmi Kurnia Sismartianty Aswari atau sering disebut Ibu Lisa berbaur dengan orang-orang yang makan bersama.

‘’Saya lakukan hal itu agar ada kebersamaan dan semakin dekat dengan masyarakat, sehingga apa yang menjadi program Pemkab Lahat dipahami pula oleh mereka,’’ kata kak Wari – sapaan warga kepada Bupati.