Prabowo : Negara Kritis, Jika Perang RI Hanya Bertahan 3 Hari

0
153

Prabowo : Jika Perang RI Hanya Bertahan 3 Hari, Negara Jadi Kritis

Sebelum kata-kata tersebut di plintir oleh buzzer bayaran, perlu ditegaskan bahwa kata-kata “jika Perang RI Hanya Bertahan 3 Hari” adalah pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, ia mengatakan bahwa jika terjadi perang di Indonesia, negara ini tidak akan bertahan selama tiga hari.

Tentunya pernyataan seorang Menteri Pertahanan adalah bukan hal main-main dan benar adanya karena Menhan adalah orang yang bertanggungjawab atas pertahanan negeri ini.

Hal ini kembali di ulas oleh Prabowo Subianto dalam sebuah pidatonya. Prabowo menilai Indonesia sedang berada di titik yang kritis karena kekayaan Indonesia dikuasai asing dan segelintir elite bangsa. Sementara itu korupsi terus merajalela sehingga kebocoran demi kebocoran terus terjadi menggerogoti keuangan negara.

“Kita menuju titik kritis, yaitu badan kalau hilang darahnya sekian cc, di ujungnya kolaps. Bangsa yang kaya dicuri terus dan pasti akan kolaps tidak usah ragukan itu. Elite selalu menari-menari mengatakan kondisi bagus, rupiah tidak ada masalah,” ungkap Prabowo

Dalam lima tahun, menurut Prabowo, nilai tukar rupiah terhadap dolar merosot hingga sebesar Rp5.400. Pada 2013, ia mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp9.000. Namun, kini nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp14.400.

“Berarti kita tambah miskin 60 persen. Jadi penghasilan kita sekarang nilainya dua per tiga lebih kurang daripada lima tahun lalu. Sistem ekonomi sekarang membawa kita ke arah kemiskinan. Dua per tiga tambah miskin dalam lima tahun dan lima tahun lagi kira-kira berapa kali miskin, kita akan jatuh,” jelasnya.

Tak hanya menyoroti nilai tukar rupiah, Prabowo menuturkan banyak hasil bumi Indonesia yang saat ini keuntungannya hanya dirasakan segelintir orang dan asing.

“Menteri pertahanan pemerintahan mengatakan kalau jadi perang Indonesia hanya sanggup perang tiga hari. Jadi peluru kita hanya tiga hari. Bayangkan NKRI jaya tapi peluru kalau diserang hanya tiga hari, artinya kita lemah,” ucapnya.

Ia pun sempat menyinggung pernyataan bahwa kondisi TNI dan Indonesia kini lemah. Namun, banyak orang yang memprotesnya. Dengan kondisi Indonesia saat ini, ia pun yakin tidak ada keadilan, kesejahteraan, dan kedaulatan.

“Sistem ekonomi sekarang adalah hanya menguntungkan orang yang punya uang. Mereka membeli tokoh kita dan mengadu domba. Justru ini yang sedang diobrak-abrik, pecah, kuasai. Semua organisasi dipecah sehingga kita tidak jelas. Ini yang terjadi, tokoh yang harapkan patriotik dan arif ujungnya kalah dengan kekuatan uang. Ini tantangan yang dihadapi. Dibutuhkan suatu kesadaran dan tekad untuk menyelamatkan negara kita,” ujar Prabowo.

Lalu, sekumpulan buzzer tengik hanya demi rupiah tidak peduli kerusakan yang diakibatkan terus menerus mengadu-domba dan menciptakan fitnah ke Prabowo dan orang-orang yang mengingatkan kondisi negeri menuju ke titik kritis. Mereka berusaha mengalihkan perhatian masyarakat tentang betapa kritisnya negeri ini agar junjungannya selamat hingga periode berikutnya.

Para buzzer itu mungkin tidak paham bahwa situasi sudah genting dan yang mereka peroleh sebenarnya tidak sebanding dengan kerusakan yang sudah mereka lakukan terhadap negeri ini. Sudah seharusnya anak bangsa bersatu dan peduli akan nasib negeri ini, sebelumnya semuanya menjadi diluar kendali.

Jika saja dalam hati anda ada sedikit kecintaan terhadap negeri ini. Diamlah sejenak dan merenunglah, “Apa yang sudah kita berikan kepada negeri ini?”.

Jika sekiranya tidak mampu menjadi pahlawan, janganlah menjadi bagian yang mengganggu perjuangan para patriot yang cinta negeri ini. Orang tua, anak cucu dan kita semua, butuh negeri ini jaya dan sejahtera. Kecuali memang anda seorang pengkhianat atau bukan orang Indonesia Asli, tentu tidak akan sampai hati mencibir peringatan dari orang yang mencintai negerinya.