Ini Bedanya! Stunting Tak Sama Dan Pendek

0
23

Pendek dan stunting merupakan hal yang berbeda. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP. Namun kurangnya gizi menjadi salah satu faktor penyebab kondisi keduanya.

“Stunting itu pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Selain kurangnya gizi, infeksi berulang dan penyakit kronis menjadi penyebab stunting,” ucap dr Aman di acara Gangguan Pertumbuhan Pada Anak – Kenali Perbedaannya, Stunting atau Pendek? di kawasan Menteng, Jakarta.

Stunting Tak Sama Dan Pendek
Stunting Tak Sama Dan Pendek

Anak dikatakan stunting saat berusia 0-5 tahun dengan tinggi badan hanya sekitar 8,5-11,75 cm, di mana tinggi ini dibawah rata-rata normal anak seusianya. Sedangkan penyebab anak tumbuh pendek, umumnya berhubungan dengan genetik atau masalah hormon.

“Hampir 40% atau 4 dari 10 anak Indonesia tumbuh pendek. Ini berbahaya bila anak tumbuh pendek,” ujarnya.

Pada dasarnya, asupan nutrisi yang didapat anak memiliki pengaruh yang besar saat 1000 hari pertama kehidupan. Selanjutnya, pertumbuhan anak diambil alih oleh faktor hormon. Oleh karena itu, dr Aman mengatakan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan yakni pada 0-2 tahun.

“Jadi para orangtua memiliki kewajiban untuk memperhatikan setiap fase pertumbuhan anaknya. Kenapa? Karena Indonesia memiliki target Suistainable Development Goals di tahun 2030 yang tujuannya adalah menurunkan penderita stunting dan anak pendek,” jelasnya.

Sementara, hingga saat ini masalah hormon yang menyebabkan anak bertumbuh pendek belum mendapat kesadaran yang cukup. Tercatat angka kejadian defisiensi hormon pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 1:4000 sampai 1:10.000 anak.