MUI Akan Memeriksa Kehalalan Vaksin MR

0
48

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aminudin Yakub mengatakan, bahwa Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat (LPOM) MUI telah menerima surat permintaan pengujian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pelaksanaan sertifikasi halal vaksin measles rubella (MR).

LPPOM MUI akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut.

“LPPOM atau MUI secara keseluruhan berkomitmen akan menindaklanjuti permintaan fatwa dan proses sertifikasi halal ini dalam waktu secepat-cepatnya,” tutur Aminudin saat konferensi pers usai melakukan pertemuan dengan Ombudsman RI, MUI, Bio Farma, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, di Gedung Ombudsman RI, Jakarta,

Aminudin mengatakan, Serum Institute of India (SII) telah mengirimkan surat kesanggupan kepada LPPOM MUI untuk memenuhi kelengkapan persyaratan halal terhadap produknya.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) M. Rahman Roestan yakin, vaksin imunisasi measles rubella (MR) yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) tidak bermasalah.

Pasalnya, Badan Kesehatan PBB (WHO) dan negara Islam lainnya telah menggunakan produk vaksin yang sama.

“Jadi memang ini (Serum Institute of India) yang kemudian kita sediakan untuk program imunisasi nasional,” kata Rahman di Kantor Ombudsman RI, Jakarta.

Menurutnya, Bio Farma sebagai BUMN wajib memenuhi kebutuhan program imunisasi nasional.

Si vaksin measles rubella (MR) di 28 provinsi di luar pulau Jawa sampai akhir September 2018 mendatang.

Di sisi lain, LPPOM MUI, Aminudin menuturkan, sertifikasi halal di MUI terdiri dari tiga tahap.

“Telusur dokumen, audit on the spot di lapangan, kemudian penerapan halal assurance system untuk menjamin kesinambungan halal dalam proses produksidari suatu produk yang disertifikasi halal,” tutur Aminudin.

Aminudin menyatakan, jika telah melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan akan dikaji secara ilmiah oleh LPPOM MUI.

MUI Akan Memeriksa Kehalalan Vaksin MR

“Akan dilakukan audit on the spot di lapangan. Setelah itu dilaporkan di komisi fatwa baru kemudian ditetapkan fatwa kehalalannya oleh komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia,” kata Aminudin.

Sejumlah orangtua murid di Sidrap menolak anaknya disuntik vaksin Measles Rubella (MR).

Mereka meragukan vaksin tersebut karena belum adanya label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Seorang di antaranya bernama Ahlan, yang anaknya bersekolah di SD Negeri 4 Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Saya sudah melarang anak saya disuntik vaksin MR. Vaksin untuk kesehatan anak sebenarnya baik, dan saya sepakat asalkan halal,” ucap Ahlan.

MUI mengimbau, jika orangtua ragu akan kehalalannya, maka lebih baik untuk tidak melakukannya.

“Kalau kita masih ragu vaksin ini tidak halal, ya tinggalkan,” ungkap Sekjen MUI Anwar Abbas di Kantor MUI, Jakarta.

Dalam perspektif Islam, kata dia, segala sesuatu sesuatu yang dimasukan ke dalam tubuh atau dikonsumsi, harus jelas halal atau haramnya.

MUI menyayangkan pengunaan vaksin MR padahal belum mendapatkan sertifikat halal.

Harusnya, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengajukan uji halal ke Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM) sejak tahun lalu.