Prabowo – Sandi : Pemimpin Bertutur & Perilaku Santun

0
23

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin meminta Pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak lagi membahas kaum difabel. Hal itu berkaitan dengan sejumlah respons Pihak Prabowo-Sandiaga atas istilah buta dan budek yang dilontarkan Ma’ruf beberapa waktu lalu.

“Kami sangat menyayangkan ada politisasi terhadap kaum difabel,” ujar Hasto di markas TKN  , Jakarta, Rabu (14/11).

Hasto menambahkan juga, pihaknya tidak ada niat sedikitpun untuk menyinggung kaum difabel. Sebab dikatakannya, presiden Jokowi dalam pembukaan Asian Para Games memberikan semangat kaum difabel bahwa mereka dapat mengharumkan nama bangsa.

Ia juga  menyebut Jokowi sebagai presiden telah memberikan arahan kepada para kepala daerah untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada kaum difabel, terutama kebijakan di sektor publik.

selanjutnya Hasto juga menjelaskan kata buta dan budek yang dimaksud Ma’ruf adalah kritik yang berkembang di dinamika politik Indonesia saat ini. Ia berkata Ma’ruf melihat adanya politisi yang tidak dituntun mata hati.

“Sehingga itu adalah sebenarnya sebagai sebuah kritik. Ketika ada pihak-pihak yang memobilisasi ini dengan demo dan sebagainya, bagi kami itu justru merupakan bagi mereka yang seharusnya kita berikan semangat agar disability betul-betul menjadi ability itu sendiri,” ujar Hasto .

Beberapa waktu lalu, Ma’ruf menyatakan bahwa hanya orang budek dan buta yang mengkritik perkembangan pembangunan yang tengah  dikerjakan Jokowi.

“Orang yang sehat pasti dapat melihat dengan jelas prestasi yang telah ditorehkan oleh Pak Jokowi, kecuali orang-orang yang budek saja yang tak mau mengetahui informasi, kecuali orang yang buta saja yang tidak bisa melihat kenyataan,” ujar Ma’ruf dalam acara peresmian dan deklarasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta, Sabtu (10/11).

Setelah terlontar pernyataan itu, sekelompok penyandang tunanetra berunjuk rasa untuk memprotes ucapan Cawapres  Ma’ruf Amin. Forum Disabilitas Jawa Barat  juga memberikan waktu 10 hari kepada Mantan Rais Am PBNU itu untuk meminta maaf.

Wakil ketua Umum Gerindra, Fadli Zon juga beranggapan pernyataan yang dilontarkan Ma’ruf Amin se-type dengan pernyatan Jokowi soal politik genderuwo dan sontoloyo

Sejarah indonesia mengingat bahwa Indonesia senantiasa dipimpin oleh presiden bertuturkata santun. Presiden Sukarno, Presiden Soeharto dan Presiden Sby adalah presiden yang menjabat dalam kurun waktu lama. Mereka selalu menjaga kata kata nya di depan publik. Pemimpin adalah panutan rakyat, kata-katanya menjadi patokan bertutur kata bagi rakyatnya