Sandiaga: Prabowo Dikelilingi Anak Muda Milenial

0
12

 Sandiaga Uno Cawapres nomor urut 02,  memberikan komentar atas perkataan  Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengenai orang-orang yang berada di sekitar Prabowo Subianto. Sandiaga mengatakan bahwa saat ini Prabowo berada di tengah-tengah anak muda milenial.

“Di sekeliling Pak Prabowo ini sekarang anak anak muda semua, anak muda milenial. Saya selalu ingatkan mereka untuk berpoltiik secara santun, saya ingatkan agar selalu memberikan nilai tambah, bahwa politik itu adalah alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, jangan dipakai untuk mencari kekuasaan atau jabatan,” kata Sandiaga pada acara sarapan Soto Bathok di Sambisari, Kalasan kabupaten Sleman, Jumat (16/11/2018).

sandiaga bahkan menganggap ucapan Megawati tersebut sebagai nasihat dari seniornya.

“Ini sebagai… mungkin karena (Megawati) ibu bangsa, presiden ke-5 RI, sangat kita hormati, ini sebagai nasihat beliau,” ujar Sandiaga.

“Saya tidak mau suudzon, saya khusnudzon saja, diingatkan senior tentunya kita berterima kasih,” lanjutnya.

diberitakan sebalumnya, Megawati Soekarnoputri saat ini merasa kasihan dengan Prabowo Subianto. Megawati mengatakan dia heran dengan karakter orang-orang yang ada di sekeliling Prabowo.

Ungkapan  itu disampaikan Megawati pada saat berpidato dalam pembukaan sekolah calon legislatif PDIP. Pada mulanya dia mengatakan  hubungan pribadinya dengan Prabowo tak ada masalah, meskipun saat ini  berada di kubu yang berseberangan.

“Ndak pernah saya menghujat orang. Boleh cari di mana, ngomongin siapa-siapa, ndak. Sampai Pak Prabowo pun dengan saya hormat karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya. Ndak pernah,” ungkap  Megawati ketika berpidato di pembukaan pembekalan caleg PDI Perjuangan di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, (15/10/2018).

Yang dibutuhkan bangsa ini adalah anak muda milenial yang berfikiran kreatif. Berani beradu pendapat, berani mengkritik kebijakan dan berani menerima kritikan atas kebijakannya yang kurang sesuai. Bukan sekumpulan “anak muda” yang hanya mengekor kebijakan pimpinannya. Membela mati-matian pimpinannya padahal kebijakannya keliru. Manusia bukanlah malaikat yang suci dari kesalahan, manusia adalah makhluk yang rentan berbuat salah dan harus berlapang dada ketika diingatkan akan kesalahannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here