Pentingnya Peran Aktif Mahasiswa Melawan Propaganda Radikalisme Di Kampus

0
175
Pentingnya Peran Aktif Mahasiswa Melawan Propaganda Radikalisme Di Kampus

Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para mahasiswa melakukan kontra narasi terhadap propaganda radikalisme di kampus.

Menurut Hamli, kemajuan teknologi membuat kelompok radikal dapat melancarkan propaganda melalui dunia maya. Hamli mencontohkan ISIS yang dapat merekrut pengikut melalui komunikasi via internet.

“Mahasiswa dan generasi muda pada umumnya memiliki potensi besar dalam melawan propaganda yang ingin merongrong kedamaian dan keutuhan NKRI. Tentunya dengan cara, gaya, dan bahasa anak muda,” kata Hamli saat memberikan kuliah kebangsaan di Akademi Center Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Rabu (21/11).

Hamli menambahkan, peran aktif mahasiswa dan generasi muda membuat kontra narasi melawan propaganda radikalisme sangat penting.

Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Pasalnya, konflik yang terjadi di Timur Tengah berawal dari radikalisme yang kemudian memuncak menjadi terorisme.

“Kelompok radikal selalu mencari daerah konflik untuk melakukan jihad. Bagi mereka, jihad itu perang, bukan yang lain. Padahal dalam Islam, jihad itu tidak hanya perang, tapi jihad dengan menuntut ilmu dan mencari nafkah,” jelas Hamli.

Hamli juga menambahkan, akar terorisme biasanya dari konflik wilayah yang membuat kondisi suatu negara menjadi tidak stabil.

Di situlah terorisme dapat tumbuh subur. Hamli menegaskan bahwa terorisme bukan isapan jempol atau rekayasa. Sebab itu, Hamli mengajak para generasi muda untuk waspada terhadap lingkungan.

Menurut Hamli, narasi yang dibangun kelompok radikal biasanya mengangkat isu bahwa Islam terzalimi, dipojokkan, dan dianaktirikan. Selain itu, mereka juga suka menggunakan sentimen kepentingan asing.

“Kalau ada kata itu, Anda harus waspada. Mereka selalu membawa emosi agar kita melawan asing, pemerintah, yang dianggapi menzalimi umat Islam. Ketika itu dilontarkan maka harus waspada dan harus bertanya kepada orang yang lebih tahu,” ujar Hamli.

Karena itu mahasiswa harus melakukan kontra narasi untuk melawan propaganda radikalisme di kampus.