Waspada, Penderita TBC Di Indonesia Tertinggi Ketiga Di Dunia

0
88
Waspada, Penderita TBC Di Indonesia Tertinggi Ketiga Di Dunia

Tahukah Anda? Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit infeksi menular dengan angka kematian tertinggi di Indonesia. Bahkan, data WHO memperkirakan 842 ribu kasus baru dengan kematian 107 ribu kasus.

Menkes Nila Moeloek mengatakan, TBC sangat dekat dengan masalah kemiskinan dan pemukiman padat. Oleh sebab itu, dibutuhkan tata ruang yang lebih sehat serta pengetahuan yang baik pada masyarakat akan bahaya penyakit TBC.

“Indonesia adalah negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia. Beban terbesar dari kerugian TBC diakibatkan kehilangan waktu produktif karena kecacatan dan kematian dini,” terang Menkes dalam acara Simposium Nasional, di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis 22 November 2018.

Dalam mencapai eliminasi TBC tahun 2030, diperlukan strategi akselarasi melalui berbagai hal, salah satunya pengendalian faktor risiko penularan TBC. Budaya pemakaian masker wajah sebaiknya mulai dilakukan untuk meminimalisir penularannya.

Waspada, Penderita TBC Di Indonesia Tertinggi Ketiga Di Dunia
Waspada, Penderita TBC Di Indonesia Tertinggi Ketiga Di Dunia

“Biasakan pemakaian masker meski hanya flu dan batuk. Itu bisa menurunkan faktor risiko penularan penyakit menular dari yang ringan sampai berat seperti TBC,” tegasnya.

Selain itu, kebersihan lingkungan juga patut dijalani oleh masyarakat. Meski tinggal di kawasan padat penduduk, Menkes menegaskan pentingnya pemakaian ventilasi atau jendela pada kamar.

“Udara bersih. Rumah musti punya jendela. Ventilasi harus masuk. Kalau padat enggak ada ventilasi udara ini kumpul di satu ruangan. Ada satu saja yang sakit, dia (virus dan bakteri) akan terus menerus di ruangan itu,” kata Menkes.

Hal serupa juga turut dikatakan oleh pihak Libangkes, Dr. Miko Hananto M.Kes., bahwa ventilasi udara sangat krusial dalam mencegah penularan TBC. Karena, kuman TBC akan mati dengan hadirnya sirkulasi udara yang baik.

“Kuman TB mati kalau kena sinar matahari, begitu sirkulasi udara bagus maka risiko penularan sedikit. Kalau sirkulasi udara tertutup kuman akan semakin berkembang,” jelas Miko.

Untuk itu pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan dimana pun berada. Karena kebersihan adalah pangkal kesehatan.