Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

0
58
Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

Pada Sabtu, (24/11/2018) terjadi bentrokan antara ribuan pengunjuk rasa dan pasukan kepolisian di Paris, Prancis, dalam demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak.

Tetapi kekisruhan itu dinilai juga dipicu dengan isu lain seperti pajak dan biaya hidup masyarakat yang terus meningkat. “Orang-orang yang menyerang polisi sangatlah memalukan,” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui akun Twitternya.

Macron menambahkan, “Tak ada tempat untuk kekerasan di republik ini.”

Di Paris, kerusuhan besar terjadi di Champs-Elys. Setidaknya lima ribu polisi diturunkan untuk mengawal para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning. Untuk mencegah demonstran mendekat ke objek vital seperti kantor kepresidenan dan gedung parlemen, polisi memasang pembatas berbahan logam di Champs.

Tetapi Juru Bicara Gerakan Rompi Kuning, Laetitia Dewalle, menegaskan mereka menggelar unjuk rasa damai. “Kami berada di sini bukan untuk bertikai dengan polisi. Kami hanya ingin pemerintah mendengarkan keinginan kami,” kata Dewalle kepada kantor berita AFP.

Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis
Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

Sementara, beberapa pengunjuk rasa terlihat menerobos barisan polisi. Sebagian dari demonstran menyalakan suar dan merusak rambu-rambu lalu lintas. Terlihat pula beberapa pengunjuk rasa yang mengambil batu trotoar dan melemparkannya ke barisan polisi. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-Macron.

Adapun kericuhan itu berlangsung sejak pagi hingga petang dan berakhir saat kepolisian mengosongkan kawasan Champs.

Bukan cuma soal BBM

Protes yang dipaparkan kelompok demonstran jelas. Tetapi sebenarnya terdapat hal lain yang menyatukan Gerakan Rompi Kuning ini, di luar kemarahan mereka tentang peningkatan pajak dan biaya hidup sehari-hari.

Di sebuah negara di mana demonstrasi kerap diinisiasi partai politik dan serikat buruh, Gerakan Rompi Kuning terlihat berbeda.

Tidak ada pimpinan nasional yang muncul, tidak ada struktur formal atau afiliasi tertentu yang mempersatukan pengunjuk rasa dari berbagai kalangan usia dan ideologi kiri atau kanan.

Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis
Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

Dilaporkan, kelompok orang yang mendukung Presiden Macron pun turut mendukung protes massal ini. Penggalangan massa ini adalah sinyal bahwa Macron gagal mengembalikan kepercayaan publik terhadap politikus. Dan ketimpangan terus terjadi.

Para pengunjuk rasa yang terlibat kerusuhan dengan polisi, Sabtu kemarin bukanlah warga negara yang termarjinalkan, tetapi mereka yang mengklaim berjuang meski bekerja, yang merasa tidak tahan dengan persoalan ekonomi Prancis, terutama saat kalangan kelas atas mendapatkan keringanan pajak.

Kelompok ultra-kanan dituding pemerintah Prancis berada di balik kekerasan di Paris. Tetapi sebenarnya ada pula warga awam, baik yang turun ke jalan maupun tidak, yang mendukung Gerakan Rompi Kuning.

Selama ini, keberagaman dan demokrasi Prancis sudah menjadi kekuatan masyarakat negara itu, tetapi juga membuat tujuan publik tidak jelas serta sulit dikontrol.

Mengapa banyak pengemudi ikut dalam unjuk rasa?

Selama 12 bulan terakhir, harga bahan bakar diesel yang paling banyak dikonsumsi di Prancis, meningkat hingga 23%. Harga bahan bakar ini mencapai titik tertinggi sejak dekade 2000-an, di angka 1,5 euro atau Rp24 ribu per liter.

Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis
Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

Belakangan, harga minyak dunia sempat naik sebelum akhirnya kembali turun. Tetapi pemerintah Prancis justru meningkatkan pajak hidrokarbon menjadi 7,6 sen per liter untuk bahan bakar diesel dan 3,9 sen untuk premium.

Kebijakan itu diklaim untuk mendukung mobil dan bahan bakar yang ramah lingkungan. Pada 1 Januari lalu, keputusan pemerintah menaikkan 6,5 sen untuk diesel dan 2,9 sen untuk premium dianggap sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi lagi.

Selama ini, Macron menyalahkan harga minyak dunia sebagai dalang kenaikan BBM di Prancis. Di sisi lain, dia menyebut kenaikan pajak bahan bakar fosil vital untuk investasi energi terbarukan.

Kisruh di luar Paris

Sabtu kemarin, setidaknya 100 ribu orang mengikuti sekitar 1.600 unjuk rasa di seantero negara itu. Demikian menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, kecuali di Paris, yang melibatkan 8.000 pengunjuk rasa.

Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis
Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Picu Kerusuhan Besar Di Prancis

Di berbagai kota lain di Prancis, pembatasan jalan dipasang untuk memperlambat lalu lintas. Beberapa loket tol dilaporkan diambil paksa oleh warga sehingga masyarakat bisa masuk tanpa membayar tiket.

Secara umum, sebanyak 130 orang ditangkap polisi akibat kejadian itu.

Dibandingkan gelombang unjuk rasa pekan lalu, protes akhir pekan ini terhitung lebih kecil saat lebih dari 280 ribu warga Prancis turun ke jalan, dua orang tewas, dan 600 lainnya luka-luka saat protes terjadi.

Mengapa mereka mengenakan rompi kuning?

Di Prancis, seluruh pengemudi diwajibkan membawa jaket kuning dalam mobil mereka, sebagai bagian dari perlengkapan kedaruratan.

Seperti segitiga merah yang harus diletakkan di belakang mobil mogok di samping jalan, rompi kuning yang mudah dilihat itu wajib dikenakan sang pengemudi.

Adapun pengemudi yang tidak mengenakan rompi itu setelah kecelakaan atau insiden mobil bisa  didenda sampai US$153 tau Rp2,2 juta.