Soal e-KTP Bocor, Ferry: Tuntaskan, Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Tidak Mampu Bereskan Masalah Ini

0
9
Terkait e-KTP Bocor, Ferry: Tuntaskan, Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Tidak Mampu Bereskan Masalah e-KTP

Dengan adanya praktik jual beli blangko e-KTP, dikhawatirkan akan berimbas pada penggelembungan suara di Pemilu 2019 mendatang. Karena itu tim koalisi Prabowo-Sandi, meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan tersebut.

Ferry Juliantono, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan, jangan sampai pemerintah dianggap tidak mampu membereskan persoalan e-KTP lantaran ada daftar pemilih tetap (DPT) siluman dalam Pemilu mendatang.

“Pemerintah harus segera selesaikan kasus ini. Jangan sampai dokumen negara disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu di pemilu,” kata Ferry Juliantono dalam keterangannya, Kamis (6/12/2018).

Dengan adanya temuan jual beli blangko e-KTP itu, wakil ketua umum Partai Gerindra ini pun mengaku heran. Karena, seharusnya blanko e-KTP sebagai dokumen negara yang memuat data identitas warga negara Indonesia (WNI) yang sudah mempunyai hak pilih di Pemilu dan tidak boleh bocor.

Soal e-KTP Bocor, Ferry: Tuntaskan, Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Tidak Mampu Bereskan Masalah Ini
Soal e-KTP Bocor, Ferry: Tuntaskan, Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Tidak Mampu Bereskan Masalah Ini

Sehingga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk mengantisipasi potensi terjadinya penggelembungan DPT Pemilu 2019 sebagai buntut dari kebocoran blangko e-KTP tersebut.

“Kita harus pastikan DPT pemilu 2019 akurat. DPT ini kan basisnya data kependudukan. Kalau blangkonya bocor, bisa jadi data kependudukannya tidak akurat,” katanya.

Selain itu, Ferry meminta terhadap data pemilih semua pihak untuk memberikan perhatian khusus. Pasalnya, data pemilih akan menentukan legitimasi Pemilu 2019.

“Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau pesta demokrasinya berlangsung lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya enggak bener kan jadi bermasalah,” lanjutnya.

Adapun pemberitaan praktik jual beli blangko e-KTP ini terungkap dari salah satu media massa nasional. Lantas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun langsung mengecek.

Sementara, Nur Ishadi Nata, penjual blanko e-KTP di Tokopedia sudah dihubungi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Akhirnya pelaku mengaku kepada Zudan telah menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya. Sedangkan ayah pelaku merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here