Curhat Kyai Kampung Ke Sandi: Minimnya Peningkatan Kesejahteraan Dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Yang Tidak Seimbang

0
19
Curhat Kyai Kampung Ke Sandi: Minimnya Peningkatan Kesejahteraan Dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Yang Tidak Seimbang

Di hadapan kyai-kyai, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menjanjikan pusat pelatihan wirausaha bagi para kyai dalam program One Kyai for One Center Enterpreneurship (OKE OCE).

“Banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa. InsyaAllah saya tampung aspirasinya,” kata Sandiaga dalam acara bertajuk Curhat Kyai Kampung kepada Bang Sandi yang digelar di Hotel Syariah Radho, Kota Malang, Kamis (6/12/2018).

“Kami akan mensejahterakan guru ngaji dan kyai. Kami akan bikin One Kyai for One Center Enterpreneurship, satu kyai dengan satu pusat pelatihan wirausaha. Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih,” katanya.

Dalam acara tersebut, Sandi menerima ungkapan keluhan dari kyai dan ustadzah yang datang dari berbagai pelosok desa di Malang, yaitu minimnya peningkatan kesejahteraan serta kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan kenaikan penghasilan.

Curhat Kyai Kampung Ke Sandi: Minimnya Peningkatan Kesejahteraan Dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Yang Tidak Seimbang
Curhat Kyai Kampung Ke Sandi: Minimnya Peningkatan Kesejahteraan Dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Yang Tidak Seimbang

“Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu. Namun dana itu disetop bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM. Jadi kami hanya mendapatkan delapan ribu satu hari. Kalau sebulan ditotal hanya dua ratus dua puluh empat ribu rupiah Pak,” ungkap Srihandayani, seorang guru ngaji dari Desa Bareng.

Sementara itu Salim Asegaf menyebut biaya listrik yang tinggi juga membebani kehidupan para kyai kampung.

“Bayangkan pak, kami enggak punya televisi juga enggak punya mesin cuci, tapi satu bulan (tagihan) bisa lebih dari tiga ratus ribu. Setiap kali meteran listrik berbunyi, deg-degan rasanya,” ucap Salim.

Ucapan Salim lantas direspon Sandiaga dengan mengatakan bahwa ia juga ingin menciptakan swasembada energi mulai dari desa, selain swasembada pangan.

“Masalah energi ini harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kami pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Energi yang terbarukan,” ujar Sandi.

Lebih lanjut, mantan pengusaha ini juga menyatakan bahwa bersama Prabowo Subianto dia akan menggerakkan ekonomi rakyat melalui kebijakan ekonomi yang menciptakan dan menyediakan lapangan kerja, serta membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok terjangkau dan stabil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here