Kunjungi Palembang, Sandiaga Ajak Simpatisan Agar Tidak Terpancing Tindakan Provokatif

0
49
Kunjungi Palembang, Sandiaga Ajak Simpatisan Agar Tidak Terpancing Tindakan Provokatif

Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua, bersilaturahim dengan beberapa elemen masyarakat di Palembang, Sumatra Utara, dalam kunjungan dua harinya sejak Jumat (7/12). Dia juga sempat ngobrol pintar di warung kopi penggemukan aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan dengan warga Palembang itu, Sandiaga menganjurkan massa pendukungnya untuk melakukan kampanye sejuk. Pasangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 ini menyerukan agar simpatisannya tidak terpancing melakukan tindakan provokatif.

Di lain sisi, Sandiaga juga mengajak masyarakat memanfaatkan hak suaranya untuk memenangkan Pilpres 2019 mendatang. Ia juga tidak menginginkan adanya kecurangan dalam pemungutan suara.

“Jangan sampai pilihan yang tersedia untuk pilihan tepat dan nomor urut 02 “dicuri” atau dicurangi,” katanya.

Kunjungi Palembang, Sandiaga Ajak Simpatisan Agar Tidak Terpancing Tindakan Provokatif
Kunjungi Palembang, Sandiaga Ajak Simpatisan Agar Tidak Terpancing Tindakan Provokatif

Berbicara mengenai kecurangan, Sandiaga menyebutkan ada 31 juta suara yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diragukan keabsahannya saat ini. Untuk mengatasi masalah data DPT, tim pemenangan Prabowo-Sandi bersama beberapa partai pengusung masih terus meminta penjelasan pihak KPU.

Sementara itu, masalah ekonomi juga disinggung Sandiaga. Ia mengatakan kondisi ekonomi sedang kurang baik, di mana nilai tukar rupiah melemah, kebutuhan pokok tinggi, dan ada pengangguran.

“Isu ke depan ekonomi, insya Allah kami bisa membenahi ekonomi dan membuka ruang kerja luas-luasnya dengan membangun industri yang sangat penting yang akhir-akhir ini harganya anjlok, seperti karet dan kelapa sawit,” ucap Sandiaga.

Karena itu, Sandiaga mengajak simpatisan agar tidak mudah terpancing tindakan provokatif. Dan semoga pasangan Prabowo-Sandi dapat memenangkan Pilpres 2019 mendatang.