Terkait Utang BUMN, Sandiaga: BUMN Seharusnya Jadi Alat Kesejahteraan Rakyat Bukan Justru Jadi Beban

0
40
Terkait Utang BUMN, Sandiaga: BUMN Seharusnya Jadi Alat Kesejahteraan Rakyat Bukan Justru Jadi Beban

Melihat kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini yang sebagian dililit utang, membuat Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said merasa prihatin. Menurut Sudirman, hasil dari BUMN itu sendiri saat ini tidak dinikmati mayoritas rakyat Indonesia.

“Sekarang ini utang sudah 67% dari aset. Sebetulnya kalau BUMN diurus dengan baik, sumber talenta terbaik ya dari BUMN,” ujar Sudirman dalam Diskusi Rabu Biru yang bertajuk ‘Selamatkan BUMN Sebagai Benteng Ekonomi Nasional’ di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu 12 Desember 2018.

Sudirman menambahkan, buruknya tata kelola BUMN selama ini, tidak lepas dari campur tangan pemerintah. Oleh karena itu, Sudirman menginginkan agar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa menjadi pemimpin Indonesia di 2019 mendatang agar mampu membenahi BUMN dari semua aspek.

“Prabowo-Sandi ingin BUMN untuk seluruh rakyat Indonesia, Prabowo-Sandi ingin Indonesia untuk semua. BUMN boleh menjadi engine, tetapi kalau implementasi harus untuk semua,” tambahnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said

Kemudian, dalam kesempatan yang sama, Cawapres Sandiaga Uno menekankan, BUMN harus dikelola dangan sangat baik. Hal itu lantaran BUMN menjadi benteng ekonomi negara.

“Kita harus pastikan BUMN itu adalah benteng ekonomi nasional kita. BUMN ini adalah alat tentunya tadi benar ini milik negara, bukan pemerintah atau kekuasaan, ini harus dipisahkan secara best practice, governance, harus betul-betul dikelola dengan terbaik dan dengan profesionalisme,” jelas Sandi dalam kesempatan yang sama.

BUMN tidak boleh diganggu dengan kepentingan politik yang akan menjadi dampak buruk ke depannya, sebab hanya akan mementingkan segelintir golongan saja. Lantaran BUMN bukan milik pemerintah yang berkuasa.

Sandi juga menyatakan, BUMN seharusnya menjadi alat kesejahteraan masyarakat bukan justru malah menjadi beban. Hal tersebut, menurutnya, lantaran tidak lepas dari kepentingan politik yang selama ini mengintervensi BUMN.

“Jangan ada alasan-alasan BUMN dikelola dan diintervensi kepentingan politik, saya yakin BUMN bisa menjadi alat negara untuk memastikan kesejahteraan rakyat,” tutur Sandi

Kondisi Rupiah

Terkait Utang BUMN, Sandiaga: BUMN Seharusnya Jadi Alat Kesejahteraan Rakyat Bukan Justru Jadi Beban
Terkait Utang BUMN, Sandiaga: BUMN Seharusnya Jadi Alat Kesejahteraan Rakyat Bukan Justru Jadi Beban

Sejak beberapa bulan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pergerakan cukup signifikan. Berdasarkan data kurs referensi Jisdor Bank Indonesia, rupiah sempat menyentuh kisaran Rp15 ribu ke atas pada pertengahan Oktober sampai November. Tetapi berbalik ke kisaran Rp14 ribu pada Desember.

Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil presiden menilai, pergerakan rupiah yang naik turun tersebut telah memberatkan proses bisnis usaha kecil menengah atau UKM. Karena, katanya, UKM tersebut menjadi semakin kesulitan untuk menetapkan harga produk jualannya.

“Ini memberatkan UKM loh, turun Rp14 ribu lalu naik lagi jadi Rp15 ribu, lalu turun lagi. Mereka susah sekali untuk pricing produknya karena banyak produknya yang menggunakan mata uang dolar AS,” ujarnya saat ditemui di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu 12 Desember 2018.

Sandiaga juga mengatakan, dengan kondisi flutuaktif rupiah seperti saat ini maka berimplikasi terhadap daya beli masyarakat.

“Jadi kalau naik turun ini membebani dan masyarakat jadi kehilangan daya beli. Itu jadi satu poin yang seharusnya dilihat dari sisi rakyat,” katanya.

Sementara itu, terkait Utang BUMN, menurut Sandiaga BUMN seharusnya menjadi alat kesejahteraan rakyat bukan justru malah menjadi beban.