Prabowo Jadi Pembicara Di Acara Pengajian Rutin Majelis Tafsir Al-Qur’an Di Solo

0
87
Prabowo Jadi Pembicara Di Acara Pengajian Rutin Majelis Tafsir Al-Qur'an Di Solo

Kantor pusat Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), dikunjungi Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Solo pada Minggu (23/12/2018). Dia berkesempatan menjadi pembicara di acara pengajian rutin Minggu pagi tersebut.

Tiba gedung pusat MTA, Prabowo terlihat mengenakan baju koko warna putih dengan peci hitam. Tampak Amien Rais dan Dahnil Anzar turut hadir mengikuti pengajian itu.

Prabowo mengaku di hadapan ribuan jemaah MTA bahwa dia berbicara bukan sebagai capres, tetapi sebagai pribadi. Prabowo merasa wajib menyampaikan pemikirannya bahwa negara berada dalam jalan yang keliru saat ini.

“Bahwa negara kita sekarang berada di jalan yang keliru, dalam bidang ekonomi khususnya. Jalan ini adalah jalan yang tidak mungkin membawa rakyat sejahtera. Karena kekayaan negara dalam sistem ekonomi seperti sekarang, kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan diambil keluar dari Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo Jadi Pembicara Di Acara Pengajian Rutin Majelis Tafsir Al-Qur'an Di Solo
Prabowo Jadi Pembicara Di Acara Pengajian Rutin Majelis Tafsir Al-Qur’an Di Solo

Prabowo juga menyampaikan bahwa pemikirannya sudah dituangkan dalam bukunya berjudul Paradoks Indonesia. Buku itu lantas diserahkan kepada MTA untuk dibagikan kepada jemaah.

Kondisi tersebut, menurutnya akan semakin melemahkan Indonesia. Rakyat pun disebut akan terus mengalami penderitaan.

Kemudian, Prabowo memaparkan penghitungan ekonom yang menyebut penghasilan rata-rata penduduk Indonesia per tahun sebesar USD 3.800. Prabowo menyebut angka tersebut tidak tepat, karena kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang.

“Satu persen orang menikmati hampir setengah kekayaan bangsa Indonesia. Penghasilan rakyat Indonesia kurang dari Rp 30 ribu per hari, berarti kurang dari Rp 1 juta per bulan,” paparnya.

“Artinya apa, kita setingkat dengan negara miskin Afrika. Setelah 73 tahun merdeka, Indonesia setingkat Rwanda, Sierra Leone, Haiti, Chad dan pulau-pulau kecil yang tidak kita ketahui di mana letaknya,” tambah mantan Danjen Kopassus itu.

Menutup kajian, Prabowo mengaku tersanjung mendapatkan kesempatan berbicara di kajian MTA. Sebagai gantinya, Prabowo balik mengundang warga MTA ke kediamannya di Bogor.

“Tentunya enggak sekaligus semuanya. Mungkin perwakilan atau rombongan tiap bulan tiap minggu, saya terima,” pungkas Prabowo.

Namun demikian, Prabowo berkesempatan menjadi pembicara di acara pengajian rutin Majelis Tafsir Al-Qur’an di Solo.