Tim Prabowo: Kita Sedang Mencari Pemimpin Nasional Bukan Pemimpin Negara Syariah

0
37
Tim Prabowo: Kita Sedang Mencari Pemimpin Nasional Bukan Pemimpin Negara Syariah

Ikatan Dai Aceh mengundang para calon presiden dan wakil presiden untuk tes membaca Alquran. Undangan itu untuk menguji kemampuan membaca Alquran kedua pasangan capres dan cawapres.

Hal tersebut disampaikan pada konferensi pers bertemakan Akhiri Polemik Keislaman Capres dan Cawapres dengan Uji Baca Al Quran, di Banda Aceh. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (29/12).

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menghormati undangan tersebut. Tetapi, tes baca Alquran bukan hal tepat untuk memilih pemimpin nasional.

“Pertama kita menghormati dan menghargai usulan dari dai Aceh ya, yang menginginkan tes Alquran bagi capres. Tapi kita harus melihat bahwa capres bukan pemimpin negara syariah. Bahwa kita sedang mencari pemimpin nasional, seorang presiden yang memimpin kemajemukan,” jelas Ferdinand saat dihubungi wartawan, Senin (31/12/2018).

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean

Dia menuturkan, ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menyatukan berbagai macam keberagaman dan kemajemukan.

Sebab itu, politikus Partai Demokrat tersebut menilai tes membaca Alquran tidak diperlukan. Karena yang dibutuhkan bangsa adalah pemimpin adil, makmur dan membawa masyarakat sejahtera.

“Tidak hanya sekedar baca Alquran. Dan itu tidak ada aturan formil ya untuk syarat capres dan cawapres,” tuturnya.

Di sisi lain, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menghormati pemerintah Aceh yang berjalan dengan sistem syariah. Yaitu setiap pemimpinnya harus mampu membaca Al-quran dan mengaji.

“Sehingga negara republik Indonesia memberi keistimewaan itu untuk Aceh. Tapi tidak boleh mengadopsi seluruh yang ada di Aceh menjadi berlaku nasional. Nanti justru toleransi di negara kita menjadi berantakan, menjadi kacau. Ini harus dipahami betul,” pungkasnya.

Dewan Ikatan Dai Aceh sebelumnya berencana mengundang dua pasangan capres dan cawapres untuk mengikuti uji kemampuan membaca Alquran.

“Kami akan mengundang kedua pasangan calon untuk mengikuti uji mampu membaca Alquran. Tes membaca Al Quran, Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019,” ujar Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin.

Meskipun membaca Alquran itu penting, namun tes membaca Alquran itu bukan merupakan tolak ukur untuk menjadi seorang capres dan cawapres karena yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah pemimpin yang adil, makmur dan bisa membawa masyarakat sejahtera.