Keyakinan Sudirman Said, Prabowo Mampu Jawab Isu Pelanggaran HAM Di Debat Perdana Pilpres 2019

0
190
Keyakinan Sudirman Said, Prabowo Mampu Jawab Isu Pelanggaran HAM Di Debat Perdana Pilpres 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan debat Pilpres 2019 sebanyak 5 kali. Untuk debat perdana Pilpres 2019 akan diselenggarakan pada tanggal 17 Januari 2019 mendatang.

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mampu menjawab secara mantap isu pelanggaran HAM (hak asasi manusia) yang terus menerpa dirinya di debat perdana Pilpres 2019 pada tanggal 17 Januari 2019 mendatang.

Demikian keyakinan Direktur Materi dan Debat BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Sudirman merasa yakin karena isu tersebut selalu dihembuskan setiap Prabowo maju di kontestasi Pilpres.

“Saya rasa tidak ada lagi yang sensitif karena isu tersebut adalah isu yang berulang-ulang, dan ini adalah ketiga kalinya Bapak Prabowo maju di Pilpres,” kata Sudirman Said ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2018).

Keyakinan Sudirman Said, Prabowo Mampu Jawab Isu Pelanggaran HAM Di Debat Perdana Pilpres 2019
Keyakinan Sudirman Said, Prabowo Mampu Jawab Isu Pelanggaran HAM Di Debat Perdana Pilpres 2019

Mantan Menteri ESDM era Jokowi ini mengatakan, bahwa tuduhan-tuduhan penculikan mahasiswa pada sekitar tahun 1998 lalu itu tidak terbukti sehingga membuat dirinya yakin Prabowo mampu menjawab balik serangan-serangan tersebut.

“Pada kesempatan terdahulu isu-isu itu sudah coba dimunculkan, kita sudah serahkan ke penegak hukum, dan memang tidak ada satu pun yang mengarah pada pelanggaran hukum,” jelas Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman juga mengatakan sebagai salah satu persiapan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan memberi masukan-masukan kepada Prabowo-Sandi mengenai debat pada tanggal 17 Januari 2019 mendatang.

Adapun pada debat perdana tanggal 17 Januari 2019 mendatang akan mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.