Agenda Pemaparan Visi Misi Capres-Cawapres Dibatalkan KPU, BPN Prabowo Kecewa

0
98
Agenda Pemaparan Visi Misi Capres-Cawapres Dibatalkan KPU, BPN Prabowo Kecewa

Dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara kedua kubu mengenai siapa yang akan menyampaikan visi misi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan agenda pemaparan visi misi calon presiden dan wakil presiden tersebut.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) disesalkan Sudirman Said, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang membatalkan menggelar pemaparan visi misi calon presiden dan wakil presiden. Sudirman Said mengatakan agenda itu seharusnya tetap digelar.

“Kami sangat menyayangkan keputusan KPU ini. Seharusnya KPU tetap menggelar paparan visi dan misi calon presiden sebelum debat paslon diselenggarakan,” ujar Sudirman Said melalui keterangan tertulis, Sabtu, 5 Januari 2019.

Pemaparan visi misi capres dan cawapres yang tadinya akan digelar pada 9 Januari 2019, dibatalkan KPU. Keputusan itu diambil karena kedua pihak tidak ada kesepakatan mengenai siapa yang bakal menyampaikan visi misi. Kubu Prabowo-Sandiaga menginginkan visi misi disampaikan langsung oleh para kandidat. Sedangkan kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin berpendapat pemaparan cukup disampaikan tim sukses.

Sudirman Said, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga
Sudirman Said, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak ingin dianggap berpihak ke suatu kubu apabila tetap menggelar pemaparan visi misi itu dengan memutuskan salah satu usulan. Meski begitu, KPU mempersilakan apabila kedua kubu ingin menggelar sendiri pemaparan visi misi sebelum debat pertama 17 Januari 2019.

Pemaparan visi misi sebelum debat, menurut Sudirman, penting supaya kedua pasangan calon tinggal menyampaikan pendalaman saat debat berlangsung. Dia menilai pemaparan visi misi bertujuan menghindari debat kusir atau angan-angan yang nantinya sulit ditagih oleh publik.

“Bukan awalnya bicara soal revolusi mental tapi jadinya malah jualan infrastruktur pakai utang,” ucap Sudirman Said.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini juga menuturkan visi misi penting disampaikan oleh capres-cawapres langsung supaya publik mengetahui sejauh mana para kandidat memahami permasalahan Indonesia.

“Masyarakat berhak mendapat informasi langsung dari paslon. Bagaimana cara paslon mengentaskan segala masalah yang terjadi di bangsa ini,” jelas Sudirman Said.

Kekecewaan dari kubu Prabowo bisa dipahami, karena memang sangat penting pemaparan visi misi kedua kubu. Dengan adanya pemaparan visi misi, masyarakat justru akan mengetahui, menilai dan menentukan calon pilihannya masing-masing.