Harga Tiket Pesawat Naik, Masyarakat Dihimbau Ikhlas

0
186
Harga Tiket Pesawat Naik, Masyarakat Dihimbau Ikhlas

Kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi saat ini dianggap dalam batas wajar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karena menurutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 14/2016.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun meminta masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam merespon hal tersebut. Bahkan Budi meminta masyarakat dapat berbesar hati untuk menerima kebijakan maskapai.

“Jadi saya imbau masyarakat siapapun juga untuk memberikan toleransi. Tetapi airline juga menaikkan jangan terlalu tinggi. Jadi ada suatu harga tertentu dimana airline bisa menutup ongkos, tetapi warga tidak merasakan suatu kenaikan yang berlebih,” kata Budi Karya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Sementara itu, kini terjadi kehebohan, akibat harga tiket pesawat domestik mahal, warga Aceh berbondong-bondong membuat paspor. Warga Aceh keluhkan harga tiket pesawat domestik yang mahal karena tiket perjalanan ke Jakarta via Kuala Lumpur lebih murah.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Dikarenakan mahalnya harga tiket pesawat domestik, itu menjadikan warga Aceh mencari alternatif lain untuk mengatasi masalah tersebut. Bagi sebagian besar warga Aceh, terutama yang menggunakan uang pribadi lebih memilih ke Jakarta melalui Kuala Lumpur karena lebih murah.

Adapun harga tiket domestik Banda Aceh – Jakarta mencapai Rp3 Juta. Sedangkan harga tiket Banda Aceh – Jakarta via Kuala Lumpur tidak sampai Rp1 Juta.

Adalah Safaruddin SH, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), salah satu warga yang ikut membuat paspor baru bagi anak-anaknya.

“Saya harus bikin paspor untuk empat orang, 3 anak dan seorang keluarga lain, padahal saya ingin pergi ke Malang yang masih dalam wilayah Indonesia,” ujar Safaruddin Jumat (11/1/2019).

Safaruddin mengatakan, mahalnya harga tiket penerbangan domestik membuat dirinya harus memilih jalur penerbangan internasional untuk mencapai Malang, Jawa Timur.

Diakui Safaruddin, jika mengambil perjalanan domestik menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute Banda Aceh – Jakarta – Malang, dirinya harus merogoh uang sebesar Rp4 juta lebih pe rorang.

Jadi untuk memberangkatkan keluarganya, Safaruddin harus mengeluarkan uang sebesar Rp24 juta. Sementara, jika dirinya menggunakan jalur Banda Aceh – Kuala Lumpur – Surabaya dengan maskapai Air Asia, dia hanya perlu merogoh Rp950.000 ribu per orang.

Dengan melihat kenyataan ini, sungguh sangat ironis. Lagi-lagi masyarakat yang terkena imbasnya, hanya untuk pergi ke tempat yang masih wilayah Indonesia harus membayar jauh lebih mahal ketimbang yang ingin pergi ke luar negeri.