Target Visi Misi Prabowo Adalah Untuk Masyarakat, Tidak Ingin Hanya Sekedar Janji

0
226
Target Visi Misi Prabowo Adalah Untuk Masyarakat, Tidak Ingin Hanya Sekedar Janji

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan agenda pemaparan visi misi paslon capres dan cawapres. Kemudian KPU juga menolak revisi visi misi pasangan calon presiden wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan alasan sudah melewati tahapan Pemilu 2019.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Siane Indriani menuturkan bahwa Prabowo ingin supaya visi misi yang akan dipaparkan saat debat capres tidak menjadi sekadar janji-janji. Karenanya Prabowo merevisi visi misi supaya lebih terukur.

“Pak Prabowo ingin agar visi misi tidak sekadar janji-janji. Maka dibuat secara terukur,” kata Siane dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu (11/1/2019).

Menurut Siane, revisi dokumen visi misi juga bertujuan supaya Prabowo dapat menggenapinya apabila nanti terpilih pada Pilpres 2019. Ia menegaskan bahwa Prabowo berkomitmen untuk mewujudkan janji-janji kampanye yang tercantum dalam dokumen visi misi tersebut.

“(Revisi) agar Pak Prabowo dapat menggenapinya. Tidak hanya sekadar janji, agar konsisten dalam menjalankan visi misinya,” ujar Siane.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga , Siane Indriani
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga , Siane Indriani

Sementara mengenai penolakan revisi visi misi capres dan cawapres nomor urut 02 oleh KPU, Siena menegaskan visi misi yang disampaikan oleh Prabowo-Sandiaga itu targetnya adalah masyarakat. Jadi ia pun tidak ingin ambil pusing ketika KPU menolak revisi atau perubahan visi-misi.

“Ketika kemudian (revisi visi-misi) ditolak oleh KPU ya enggak masalah, kan kita bukan berikan pada KPU tapi kepada masyarakat,” ucap Siane.

“Jadi visi misi itu targetnya adalah kepada masyarakat, bagaimana selama 5 tahun ini Pak Prabowo nanti kalau memimpin itu bisa menggenapi janjinya sebagaimana yang tercantum dalam visi-misi itu, jadi bukan sekadar janji tapi bagaimana bisa dilaksanakan secara konsisten itu yang yang diutamakan,” jelasnya.

Adapun, BPN Prabowo-Sandiaga merevisi dokumen visi misi pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut, jelang penyelenggaran debat perdana Pilpres pada 17 Januari 2019.

Kemudian pada 7 Januari 2019 lalu, BPN merilis dokumen visi misi yang berjudul “Indonesia Menang”. Saat dikonfirmasi, Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tidak banyak berubah dalam dokumen visi misi “Indonesia Menang” jika dibandingkan dengan dokumen visi misi yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara, dokumen awal visi misi yang sudah diserahkan ke KPU berjudul “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia. “Tidak banyak yang berubah. Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin ada perbaikan,” kata Dahnil, Jumat (11/1/2019).

Pemaparan visi misi sangat dibutuhkan masyarakat agar dapat mengetahui apa yang menjadi visi misi dari paslon capres dan cawapres. Dengan begitu akan memudahkan masyarakat menentukan pilihannya.