Posisi Ahmad Dhani Masih Tetap Di Struktur BPN Prabowo-Sandi

0
68

Ahmad Dhani merupakan seorang musisi pentolan grup band Dewa’19 yang juga sebagai juru kampanye nasional Partai Gerindra. Posisi Ahmad Dhani dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih tetap, meski dia kini ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

Ahmad Dhani dihukum 1 tahun 6 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setelah divonis bersalah dalam kasus ujaran kebencian pada Selasa sore, 28 Januari 2019.

“Kami anggap dia tahanan politik. Dhani maju terus di BPN,” ujar juru bicara BPN Prabowo – Sandiaga, Miftah N. Sabri saat ditemui di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu, 30 Januari 2019.

Adapun, posisi Ahmad Dhani di struktur BPN adalah sebagai juru kampanye nasional. Posisi itu juga diisi oleh Neno Warisman, Rhoma Irama, dan Fuad Bawazier. Sebelumnya, Ratna Sarumpaet juga menempati posisi yang sama dengan Dhani. Tetapi, Ratna dipecat pada Oktober lalu karena tersangkut kasus berita bohong atau hoaks.

Juru bicara BPN Prabowo - Sandiaga, Miftah N. Sabri (kacamata)
Juru bicara BPN Prabowo – Sandiaga, Miftah N. Sabri (kacamata)

Miftah melanjutkan, kasus yang menjerat Dhani berbeda dengan Ratna. Ia memastikan nasib pentolan grup band Dewa’19 itu tidak akan berakhir sama seperti Ratna Sarumpaet.

Dikatakan Miftah, Ratna dipecat karena merugikan pihak BPN dengan menyebarkan berita hoaks. Sedangkan, Dhani dipertahankan karena menurut mereka penghukuman terhadap ayah dari Al Ghazali itu salah satu bentuk pembungkaman demokrasi.

Diketahui, Ahmad Dhani dihukum atas laporan Jack Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Pendiri BTP Network itu melaporkan Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017. Jack melaporkan tiga kicauan musikus tersebut di akun Twitter-nya. Ketiga unggahan status di media sosial Dhani tersebut dianggap mengandung unsur ujaran kebencian.