Prabowo: Kehendak Rakyat Tidak Bisa Dihadang Jika Inginkan Perubahan

0
83
Prabowo: Kehendak Rakyat Tidak Bisa Dihadang Jika Inginkan Perubahan (buletinnasional.com)
Prabowo: Kehendak Rakyat Tidak Bisa Dihadang Jika Inginkan Perubahan

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2). Dalam sambutannya Prabowo mengaku bingung dengan perlakuan hukum di Indonesia.

Prabowo juga heran, orang-orang yang mendukungnya seperti musisi Ahmad Dhani justru dijebloskan ke penjara. Dia pun mempertanyakan apakah undang-undang dasar (UUD) masih diakui atau tidak.

“Kita bingung kita ini negara punya undang-undang dasar atau tidak. Kita bingung. Ada orang seperti Ahmad Dhani menyampaikan satu kalimat yang saya lihat tidak ada menyinggung orang lain hanya mengatakan yang garis besar yang umum tapi sekarang dia ada di penjara,” ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyinggung kepala desa yang menyatakan dukungannya di Pilpres 2019 juga dimasukkan ke penjara.

Prabowo: Kehendak Rakyat Tidak Bisa Dihadang Jika Inginkan Perubahan (buletinnasional.com)
Prabowo: Kehendak Rakyat Tidak Bisa Dihadang Jika Inginkan Perubahan

Sementara, ada banyak kepala daerah yang secara terang-terangan juga mendukung paslon tertentu. Prabowo lantas mempertanyakan maksud dan tujuan para pihak yang memenjarakan para pendukunganya.

“Apakah orang dimasukin penjara nanti akan menyerah. Apakah orang diintimidasi akan menyerah? Ada emak-emak didatangi, diintimidasi tetap dia tidak mau, saya dengar dia tetap diintimidasi sekarang. Emak-emak ditangkap,” jelas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menilai, orang-orang yang memenjarakan pendukungnya tidak paham sejarah. Menurutnya, tidak ada yang bisa menghadang kehendak rakyat jika ingin ada perubahan.

“Saudara-saudara sekalian orang-orang ini tidak pernah baca sejarah ya. Nanti kalau rakyat semua sudah turun semua tidak ada kekuatan di Bumi ini yang bisa menahan kehendak rakyat. Tolong jadi saudara-saudara sabar, berapa hari lagi ini? Berapa 70 hari pas? 70 hari pas. 70 kali matahari terbit 70 kali saudara-saudara. Cepat, cepat sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, musikus Ahmad Dhani dinyatakan terbukti melakukan ujaran kebencian melalui akun Twitter miliknya, @AHMADDHANIPRAST. Sidang putusan atas kasus tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 28 Januari 2019. Kemudian, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara kepada Ahmad Dhani. ‎