BPN: Panik Dan Blunder Petahana, Tanda Kemenangan Prabowo

0
83
BPN: Panik Dan Blunder Petahana, Tanda Kemenangan Prabowo

Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik mengatakan, pembungkaman kritik melalui kriminalisasi hukum ini bentuk kepanikan petahana menghadapi Pilpres 2019. Hal tersebut dapat dilihat dari penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif adalah bukti kepanikan rezim Petahana

Sebelum Slamet Maarif, pembungkaman kritik melalui kriminalisasi hukum sudah dialami musisi Ahmad Dhani dan akademisi Buni Yani. Kemudian menyusul, pemeriksaan terhadap ahli filsafat Rocky Gerung.

Setelah panik, maka muncul blunder. Dan blunder terbesar Petahana adalah hoax pembebasan ustaz Abu Bakar Baasyir.

“Dari panik maka muncul jadi blunder. Kalau blunder terus-terus, insyaAllah ini tanda-tanda kita mau menang,” kata Taufik saat pengantar diskusi “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?” di kantor Seknas Prabowo-Sandi Jl. Hos Cokroaminoto No. 92 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

BPN: Panik Dan Blunder Petahana, Tanda Kemenangan Prabowo (buletinnasional.com)
BPN: Panik Dan Blunder Petahana, Tanda Kemenangan Prabowo

Ditegaskan Ketua DPD Partai Gerindra itu, rezim saat ini bisa saja membungkaman kritikan, tetapi mereka tidak akan bisa menghentikan kehendak rakyat yang menginginkan pemimpin baru.

“Mereka bisa tangkap semua yang berhubungan dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi. Tapi mereka tidak bisa kerangkeng kehendak rakyat untuk melakukan perubahan,” pungkas Taufik.

Sementara itu, sebagai pembicara dalam diskusi tersebut yakni, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, budayawan Ridwan Saidi, dai nasional Ustaz Fahmi Salim, dan dosen psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Aad Satria Permadi.

Adapun, diskusi tersebut bertema “Jelang Pilpres: Jokowi Blunder & Panik?” dan digelar di kantor Seknas Prabowo-Sandi Jl. Hos Cokroaminoto No. 92 Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (12/2).