Lahan Prabowo Terus Diungkit, Sanggupkah Petahana Bersikap Adil?

0
223
Lahan Prabowo Terus Diungkit, Sanggupkah Petahana Bersikap Adil? (buletinnasional.com)
Lahan Prabowo Terus Diungkit, Sanggupkah Petahana Bersikap Adil?

Kubu petahana terus menyuarakan mengenai hak guna usaha (HGU) lahan yang dikuasai oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan, tidak masalah apabila kubu petahana terus menyuarakan hal tersebut. Asalkan Presiden Joko Widodo selaku Capres petahana bersikap adil terhadap para petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN).

Demikian disampaikan Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid.

“Ya enggak apa-apa asal adil. Semua pemegang HGU yang ada di grupnya (TKN) harus mendapat perlakuan yang sama di “gaspol” juga,” ujarnya, Sabtu (9/3).

Sodik mengatakan, soal pernyataan untuk terus menyuarakan kepemilikan HGU lahan milik Prabowo itu sangatlah bodoh dan konyol. Karena menurut aturan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak ada yang salah dengan seorang Capres mengantongi izin hak guna usaha (HGU).

Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid (buletinnasional.com)
Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid

“Apa ada larangan dan hukum bahwa capres tidak boleh pegang HGU dan non capres boleh? Semua sama di mata hukum. HGU selama ini jika tidak boleh ya semua tidak boleh. Jika boleh ya semua (boleh),” tuturnya.

Kecuali, lanjut Sodik, apabila nanti ada regulasi baru yang melarang presiden, wakilnya mengantongi hak guna usaha (HGU).

Ketua DPP Partai Gerindra ini kemudian menekankan, makanya jika memang ingin HGU lahan yang dikuasai oleh Prabowo kembali ke negara sebelum batas waktunya, Petahana juga harus berlaku adil dengan ikut menarik lahan milik para petinggi TKN.

Dikatakan Sodik, jika tidak berlaku adil, bukan hanya dinilai sebagai pemimpin yang buruk, Petahana juga diyakininya akan berhadapan dengan kekuatan rakyat. Terutama dalam ajang Pilpres 2019 nanti.

“Makin banyak rakyat yang melek dan sadar hukum. Mereka yang melek dan sadar hukum kecewa, bahkan muak dengan petahana yang dalam mencari periode kedua melakukan cara-cara seperti yang dilakukan sama bahkan lebih kasar dari zaman pra reformasi,” pungkas Sodik.

Sementara itu, lahan yang dikuasai Prabowo terus diungkit. Namun yang menjadi pertanyaan, sanggupkah Petahana bersikap adil dengan ikut menarik lahan milik para petinggi TKN?