Tak Percaya Hasil Survei Bayaran, Prabowo Optimis Menang

0
97
Tak Percaya Hasil Survei Bayaran, Prabowo Optimis Menang (buletinnasional.com)
Tak Percaya Hasil Survei Bayaran, Prabowo Optimis Menang

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 menyebut dirinya tidak percaya pada hasil survei elektabilitas terkait pilpres yang dirilis beberapa lembaga. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyapa masyarakat Riau di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, Rabu, 13 Maret 2019.

Dengan melihat berbagai sambutan masyarakat di sejumlah daerah yang dikunjungi, Prabowo mengaku optimis dirinya akan mendapat mandat dari rakyat pada 17 April 2019. Meski berbagai hasil survei elektabilitas terkait Pilpres menempatkan paslon nomor urut 02 di posisi akhir, Prabowo mengaku tidak peduli.

“Insya Allah, 17 April kita akan menerima mandat tersebut. Memang survei-survei selalu taruh kita paling bawah. Saya tidak percaya survei-survei itu, karena survei-survei itu dibayar,” tuturnya.

“Anda tahu survei-survei itu, respondennya hanya 2.000 orang, yang ditanya hanya 2.000 orang, sementara yang di gedung ini saja jumlahnya sudah 7.000 orang,” lanjut Prabowo disambut gemuruh tepuk tangan ribuan masyarakat Riau.

Tak Percaya Hasil Survei Bayaran, Prabowo Optimis Menang (buletinnasional.com)
Tak Percaya Hasil Survei Bayaran, Prabowo Optimis Menang

Meski Prabowo tidak percaya hasil survei sejumlah lembaga, bukan berarti ia tidak memiliki hitungan sendiri berapa tingkat elektabilitasnya. Prabowo mengatakan dirinya lebih percaya pada hasil survei yang dilakukan oleh internal Koalisi Adil Makmur.

“Kita diem-diem punya survei juga, tapi kita belum umumkan, belum mau. Kenapa belum mau umumkan? Jangan sampai kita lengah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, hasil survei internal itu lebih valid ketimbang hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga. Hal tersebut tampak seperti di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ketika itu, lembaga survei memprediksi calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menang dan rivalnya, Anies Baswedan, tersingkir pada putaran pertama. Tetapi, hasil Pilkada menunjukkan hasil yang berbeda dan tidak sesuai dengan prediksi lembaga survei.

Kemudian hal serupa juga terjadi di Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ketika itu, paslon Sudrajat-Saikhu dan Sudirman Said-Ida Fauziyah, dua paslon yang tidak diunggulkan oleh hasil survei justru mendapatkan perolehan suara yang signifikan.

“Saudara-saudara tahu bagaimana rakyat bisa memenangkan DKI Jakarta. Jika saudara ingin perubahan, ingin berdikari, ingin Indonesia adil dan makmur, ingin kekayaan bangsa dinikmati seluruh rakyat, karena itu kita tidak boleh lengah. Jangan kita kumpul-kumpul dan teriak-teriak di sini, tapi kita harus ke TPS kita harus jaga TPS,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Prabowo tidak percaya dengan hasil survei bayaran. Karena melihat sambutan masyarakat di sejumlah daerah yang dikunjungi, Prabowo optimis dapat menang di Pilpres mendatang.