Survei LKPI: Kalahkan Petahana, Prabowo-Sandi Menang 58,1 Persen

0
76
Survei LKPI: Kalahkan Petahana, Prabowo-Sandi Menang 58,1 Persen (buletinnasional.com)
Survei LKPI: Kalahkan Petahana, Prabowo-Sandi Menang 58,1 Persen

Jelang hari H pencoblosan yang hanya tinggal menghitung hari, berbagai lembaga survei merilis hasil survei. Begitu juga dengan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) juga turut menunjukkan hasil surveinya.

Hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan calon Presiden dan wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno lebih unggul ketimbang pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Lembaga tersebut mencatat, elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga  sebesar 58,1 persen, sedangkan Jokowi-Ma’ruf Amin 40,9 persen. Hal tersebut disampaikan Direktur LKPI, Tubagus Alvin saat jumpa pers, di Jakarta, Jumat (5/4).

“Pilpres 2019 diprediksi Jokowi-Ma’ruf Amin kalah oleh Prabowo-Sandi, di mana tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya sebesar 40,9 persen,” kata Tubagus Alvin.

Survei LKPI: Kalahkan Petahana, Prabowo-Sandi Menang 58,1 Persen (buletinnasional.com)
Survei LKPI: Kalahkan Petahana, Prabowo-Sandi Menang 58,1 Persen

Menurut Alvin, rontoknya suara pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, karena 58,1 persen koresponden tersebut merasa Indonesia tengah berjalan ke arah yang salah akibat dari kebijakan-kebijakan Jokowi, seperti bertumpuknya hutang, tingginya tingkat korupsi, tenaga kerja asing dan jual beli jabatan di pemerintahan dari tingkat Desa sampai ke tingkat Pusat serta menurunnya perekonomian.

“Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian Keluarga yang sangat dirasakan oleh Masyarakat Indonesia sebesar 85,5 % selama kurun waktu 4 tahun terakhir juga menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi,” tandasnya.

Adapun pada survei ini, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menerapkan metode multistage random sampling sebanyak 2426 responden dengan margin of eror 1,99 persen. Responden terpilih, diwawancarai secara tatap muka.