Survei Indomatrik: Jokowi Tumbang Selisih 7,5 Persen

0
22
Survei Indomatrik: Jokowi Tumbang Selisih 7,5 Persen

Hasil survei terbaru yang dirilis Lembaga Indomatrik menyebutkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga berhasil mengungguli petahana, Jokowi-Ma’ruf. Atas hasil tersebut, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi akan unggul dalam Pilpres 2019 mendatang.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys mengatakan, hasil survei terbaru menunjukan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi bersaing ketat. Tetapi, dari hasil riset tersebut, Prabowo memasuki fase trend positif, sebaliknya Jokowi mengalami tren negatif.

“Berdasarkan data hasil survei, pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan simpati publik sebesar 51,07%, sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf 43,92%. Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam pilpres sekitar 5,01 persen,” kata Syahruddin, Rabu (10/4).

Syahruddin menjelaskan, perbedaan tingkat elektabilitas antara Prabowo dan Jokowi sekitar 7,15 persen. Elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 51,07 persen ini disebabkan dari beberapa alasan yang diungkap masyarakat Indonesia.

Survei Indomatrik: Jokowi Tumbang Selisih 7,5 Persen (buletinnasional.com)
Survei Indomatrik: Jokowi Tumbang Selisih 7,5 Persen

“Di antaranya alasan menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik kedepan, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut dia, figur Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 43,92%. Paslon 01 ini dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman.

Menurut Syahruddin, selisih antara keduanya yang sangat jauh ini dampak dari penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye pada 2014 lalu serta banyak tim koalisi yang tertangkap tangan (OTT KPK).

Syahruddin juga menambahkan, fase trend positif ini merupakan modal kuat bagi pasangan Prabowo-Sandi dalam menarik simpati publik untuk memenangkan pertarungan di Pilpres 17 April 2019, yang tersisa sepekan lagi.

Adapun, Survei Indomatrik ini dilakukan pada 24 Maret hingga 31 Maret 2019 dan dilaksanakan secara proporsional di 34 Provinsi yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019.

Sedangkan responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih. Selanjutnya, random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan.

Jumlah sampel responden yang di ambil sebanyak 2.100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here