Pakar IT BPN Prabowo: Sangat Mudah Temukan Pelaku Salah Input Situng KPU

0
40
Pakar IT BPN Prabowo: Sangat Mudah Temukan Pelaku Salah Input Situng KPU (buletinnasional.com)
Pakar IT BPN Prabowo: Sangat Mudah Temukan Pelaku Salah Input Situng KPU

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan kasus dugaan kecurangan kepada Bawaslu pada Jumat (3/5) lalu. Laporan tersebut dilakukan setelah BPN menemukan dugaan pelanggaran administrasi dalam input data Situng Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Badan Pemenangan Nasional (BPN), kesalahan input data hasil scan formulir C1 itu mengarah kepada kecurangan yang merugikan pasangan 02, Prabowo-Sandiaga. Mereka menemukan sebanyak 73.715 kesalahan input data Situng atau 15,4 persen dari total 477.021 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Adapun, sidang Bawaslu pada Selasa (7/5) kemarin akhirnya ditunda lantaran KPU berlalasan belum siap memberi jawaban atas gugatan kesalahan situng yang digugut kubu 02. Kemudian, sidang akan digelar pada hari ini, Rabu (8/5/2019) pukul 13.00.

Sementara itu dalam satu kesempatan, Direktur Informasi dan Teknologi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandi, Agus Maksum mengatakan bahwa sebenarnya SANGAT MUDAH menemukan siapa yang meng-input data yang salah di Situng KPU tersebut.

Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN Prabowo–Sandi, Agus Maksum (buletinnasional.com)
Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN Prabowo–Sandi, Agus Maksum

Hal tersebut dikarenakan, dalam Situng KPU itu ada fitur LOG ACTIVITY yaitu History didalam sistem yang bisa melihat siapa melakukan apa, siapa yang melakukan netry, menggunakan user name apa login menggunakan komputer apa, kapan dan dimana dia melakukan, apa yang telah dirubah, dan lain sebagainya.

Atas dasar itulah, kenapa BPN Prabowo-Sandi terus mendesak agar dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Desakan itu berdasarkan temuan banyaknya kecurangan dalam proses pemilu yang digelar pada 17 April lalu. Terlebih, tim IT BPN telah menemukan ribuan kecurangan.

Jadi, semua itu tergantung dari KPU, Bawaslu dan kubu petahana. Apakah mereka setuju dengan dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Karena kubu 02 sudah siap untuk membongkar dugaan kecurangan yang terjadi, terlebih pakar IT BPN menyebut bahwa sebenarnya SANGAT MUDAH menemukan siapa yang meng-input data yang salah di Situng KPU tersebut.