BPP Prabowo Heran, Pemilih Di Jawa Timur Meningkat Drastis

0
23
BPP Prabowo Heran, Pemilih Di Jawa Timur Meningkat Drastis (buletinnasional.com)
BPP Prabowo Heran, Pemilih Di Jawa Timur Meningkat Drastis

Partisipasi pemilih pada Pilpres 2019 di Jawa Timur meningkat lebih dari lima juta ketimbang Pilgub Jatim. Hal tersebut membuat heran Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi untuk Jawa Timur, Soepriyatno. Padahal, jarak kedua pesta demokrasi tersebut hanya setahun.

Diketahui, hasil rekapitulasi suara tingkat Provinsi Jatim, mencatat sebanyak 25.511.241 kertas suara terpakai dalam Pilpres. Rincianya, suara sah sebanyak 24.672.915 dan suara tidak sah sebanyak 838.326 suara. Jokowi unggul dengan 16.231.668 suara, sedangkan Prabowo meraih 8.441.247 suara.

Pada Pilgub Jatim Juni 2018 lalu, suara terpakai 20.323.259. Rinciannya, suara sah 19.541.232 dan tidak sah 782.027 suara. Hasilnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul dengan 10.465.218 suara. Sedangkan Saifullah Yusuf-Puti Guntur, mendapat 9.076.014 suara.

Berdasarkan suara yang terpakai, terdapat peningkatan partisipasi pemilih 5.187.982. Karenanya, BPP Prabowo heran partisipasi pemilih meningkat tajam hanya dalam jarak waktu tidak lebih dari setahun.

Ketua BPP Prabowo-Sandi Jawa Timur, Soepriyatno (buletinnasional.com)
Ketua BPP Prabowo-Sandi Jawa Timur, Soepriyatno

“Kita lihat, kenapa partisipasi pemilih pilpres dengan pilgub bedanya jauh sekali,” ujar  Soepriyatno di sela buka bersama Sandiaga di kantor BPP di Surabaya.

“Di pilgub itu suaranya cuma dua, Khofifah dan Gus Ipul, mereka bisa datang ke kecamatan sehari mungkin bisa tiga kali (sosialisasi), partisipasi pemilihnya kok cuma 20.300.000. Sedangkan di pilpres, partisipasi pemilih 25.500.000, bedanya 5.200.000. Bagaimana bisa, presiden berapa kali hadir ke Jawa Timur,” lanjutnya.

Soepriyatno menuturkan, sebab itu sejak awal proses rekapitulasi pihak BPP selalu meminta data C7 di rapat pleno rekapitulasi KPU untuk membandingkan antara daftar hadir pemilih dengan jumlah suara.

“Karena itu, kita tanya C7-nya. Kalau ada, kita bisa bandingkan, di mana ada penggelembungan dan kecurangan, pasti akan kelihatan semua,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengatakan, partisipasi pemilih Pilpres 2019 memang meningkat, bahkan melampaui target nasional, yaitu 82,5 persen. Bandingkan dengan partisipasi pemilih saat Pilgub Jatim 2018, yang menarik masyarakat menggunakan hak politiknya di angka 65.5 persen.