Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI

0
73
Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI (buletinnasional.com)
Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI

Ulama Front Pembela Islam (FPI) membantu kepolisian dalam menghalau aksi massa yang rusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5) pagi. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi.

Hengki menegaskan, usai berkoordinasi dengan ulama FPI, massa tersebut ternyata bukan dari pihak FPI. Melainkan massa yang berasal dari luar daerah.

“Ya, itu massa dari luar daerah. Kami tegaskan bukan FPI, justru kami dibantu ulama FPI,” kata Hengki saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2019).

Dijelaskan Hengki, bahwa massa dari luar daerah itu berencana bergabung dengan massa lain di kawasan Tanah Abang. Jajaran kepolisian, kata dia, menghalau massa tersebut untuk bergabung.

Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI (buletinnasional.com)
Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI

Tetapi, massa justru bereaksi dengan kekerasan. Hengki menyebut, saat itu bentrok tidak terhindarkan, sehingga pihaknya dilempar batu oleh massa yang tidak terima dihalau.

“Kami halau, tapi malah dilempari batu para petugas,” ujarnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengamanan dan berjaga di lokasi tersebut.

Pemicu awal

Menurut Hengki, pemicu awal terjadinya kericuhan di kawasan itu adalah aksi lempar yang dilakukan massa terhadap aparat kepolisian yang tengah melakukan patroli.

“Jadi awal mulanya tiba-tiba ada sekelompok massa ini melempari kendaraan patroli polisi, (ini) pertama,” kata Hengki yang saat itu  didampingi Panglima Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Muchsin.

Kemudian, aksi sekelompok massa itu akhirnya membuat polisi mendatangkan pasukan untuk mengamankan wilayah tersebut. Tetapi, malah berujung bentrokan dan massa semakin bertindak anarkis.

“Nggak lama (setelah itu), kita datangkan pasukan, ternyata justru jadi perlawanan yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI (buletinnasional.com)
Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI

Akhirnya, ujar Hengki, pihaknya bertemu dengan tokoh masyarakat setempat yaitu Panglima FPI Jakarta, Habib Muchsin untuk berkoordinasi menangani massa yang membuat Jalan KS Tubun harus ditutup sementara.

Ternyata, dari keterangan Habib Muchsin, diketahui bahwa massa yang melakukan pengrusakan bukan merupakan warga Petamburan, melainkan oknum yang berasal dari luar daerah.

“Nah setelah kami berkoordinasi dengan beliau, Habib imam FPI Jakarta,M (Habib Muchsin), ternyata sebagian besar dan ada beberapa (oknum) yang kita amankan ini sebagian besar dari luar daerah,” ucapnya.

Dikarenakan, mereka yang melakukan pengrusakan tersebut tidak satupun dikenal oleh warga setempat.

“Apakah itu Tasik, apakah itu Majalengka, apakah itu Banten dan sebagainya ini (massa) banyak dari luar daerah dan tidak dikenal oleh masyarakat (sekitar),” jelasnya.

Pernyataan Kombes Hengki pun dibenarkan oleh Habib Muchsin, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat lainnya serta aparat untuk memukul mundur massa yang telah melakukan pengrusakan terhadap banyak properti milik warga sekitar.

“Alhamdulillah kami bersama para tokoh masyarakat yang ada di Petamburan, dibantu juga dengan Bapak Kapolres Hengki sudah bisa mengkondusifkan lokasi yang ada di Petamburan,” ujar Habib Muchsin.

Orang dari Luar Jakarta

Sementara itu, Polri menyesalkan aksi anarkistis yang dilakukan sekelompok orang pasca aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Menurut Kepolisian, aksi anarkistis itu dilakukan oleh sekelompok orang dari luar Jakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, aksi unjuk rasa menolak hasil rekapitulasi hasil Pilpres 2019 di depan Bawaslu sudah berjalan kondusif.

Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI (buletinnasional.com)
Halau Massa Rusuh Dari Luar Jakarta, Polisi Dibantu Ulama FPI

Aksi berjalan damai hasil koordinasi antara Kepolisian dengan para koordinator lapangan. Massa pendemo pun bubar dengan tertib.

Tetapi, Dedi mengatakan, situasi berubah saat massa dari luar Jakarta tiba sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka memprovokasi massa pendemo yang hendak kembali ke rumah masing-masing.

“Kita sesalkan massa dari luar Jakarta yang masuk jam 11-an, memprovokasi kejadian,” tutur Dedi.

Dijelaskan Dedi, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para koordinator lapangan agar aksi anarkistis tidak kembali terjadi. Diharapkan para korlap dapat mengontrol massanya dalam aksi demo.

“Kita harapkan masyarakat menahan diri, unjuk rasa yang selama ini damai tolong dipertahankan,” ujarnya.

Dedi mengingatkan, hasil analisa dari aparat keamanan, ada pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi. “Bisa jadi disusupi para pelaku teror. Ini sangat bahaya,” ungkapnya.

Dedi juga mengatakan, Polri dan TNI juga akan terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat untuk menenangkan warga. Situasi kondusif di DKI harus dijaga.

“Saya rasa masyarakat Jakarta damai, jangan terprovokasi massa yang datang dari luar Jakarta,” pungkasnya.