Dirut Pertamina Turut Diperiksa KPK Dalam Kasus Jabatan Dirut PLN

0
24
Dirut Pertamina Turut Diperiksa KPK Dalam Kasus Jabatan Dirut PLN (buletinnasional.com)
Dirut Pertamina Turut Diperiksa KPK Dalam Kasus Jabatan Dirut PLN

Direktur Utama PT Pertamina (persero) yakni Nicke Widyawati mengaku telah di periksa mengenai Tugas Pokok serta Fungsi (Tupoksi) jabatannya saat di PT PLN oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi yang masih bergulir yakni tipikor PLTU Riau-1.

Ketiak keluar dari markas lembaga anti rasuah itu, Nicke menyebutkan bahwa pemeriksaannua sama seperti peemriksaan yang pernah di jalani sebelumnya.

“Tupoksi sebagai direktur perencanaan,” ujar Nicke di gedung KPk, Jakarta, pada hari Senin 10 Juni 2019.

Ia menyebutkan bahwa dirinya juga di tanya soal Rencana Penyediaan Tenaga Listrik oleh penyidik lembaga anti rasuah tersebut. Dia di periksa dengan status saksi untuk tersangkan mantan  Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

“Iya (soal RUPTL) enggak banyak berubah. Makasih banyak ya,” ujar Nicke Singkat.

Dirut Pertamina Turut Diperiksa KPK Dalam Kasus Jabatan Dirut PLN
Dirut Pertamina Turut Diperiksa KPK Dalam Kasus Jabatan Dirut PLN

Dalam kasus ini, Nicke di panggil dalam kapasitasnya sebagai mantan pejabat PT PLN (persero). Niske pernah menduduki tiga jabatan di perusahaan yang menyediakan pasokan listrik unutk negara tersebut. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Niaga dan Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (persero), dan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero).

Dalam kasus tersebut, Nicke juga di ketahui sudah di panggil oleh KPK guna di periksa sebagai saksi sebanyak dua kali. Pada saat itu, di panggil sebagai saksi mantan  Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Di ketahui sebelumnya, KPK sudah menetapkan Sofyan sebagai tersangka kasus suap mengenai kesepakatan kontrak kerja sama dalam pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Dalam kasus tersebut, Sofyan di duga telah menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besarnya sengan terpidana mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham serta Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebutkan bahwa pihaknya menduga jika Sofyan sudah menerima uang dari Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Sofyan juga di duga ikut membantu Eni Maulani Saragih bersama dengan kawan – kawan dalam menerima hadiah atau juga janji dari Johanes Kotjo.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here