SERANG, buletinnasional.com – Saat ini, lahan pertanian di seluruh Indonesia khusisnya Provinsi Banten semakin berkurang. Sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap hasil pertanian dan perkebunan semakin meningkat. Untuk itu, masyarakat petani harus mulai melakukan inovasi melaksanakan kegiatan pertaniannya.
Menyiasati hal tersebut, petani mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian. Seperti yang dilakukan kelompok tani Umah Tani yang berlokasi ke Desa Tinggar kecamatan Curug Kota Serang. Kelompok petani Umah Tani ini juga tergabung dalam Pusat Pelatihan Pertankan dan Pedesaan Swadaya (P4S) Provinsi Banten.
Ketua kelompok tani Umah Tani, Rizki Fatullah mengatakan, saat ini masyarakat yang hendak bertani mengalami kendala lahan. Untuk menyiasati hal itu, kelompok Umah Tani melaksanakan pertanian memanfaatkan pekarangan rumah.
“Saat ini kami memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman seperti melon, buah anggur, pakcoy, dan tanaman lainnya. Jika tidak seperti itu, kami tidak mempunyai lahan pertanian yang cukup,” ujar Rizki Fatullah yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Serang, pada 17 Juni 2026 kemarin.
Kelompok Umah Tani juga melakukan advokasi dan edukasi kepada masyarakat yang ingin menjadi petani.
“Kami juga melakukan edukasi kepada anak-anak sekolah, kelompok tani, mahasiswa pertanian dan lainnya. Sehingga masyarakat tahu ilmu bertani dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah dengan hasil maksimal,” tegasnya.
Plt Kepala bidang Penyuluhan Kelembagaan Pertanian dan Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Erry Yanuar saat mengunjungi Kelompk Umah Tani mengatakan, ada 68 kelompok tani se Provinsi Banten yang masuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
“Dari total 68 kelompok tani P4S tersebut, ada yang masih aktif ada juga yang sudah tidaka aktif. Namun kami terus melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap kelompok tani yang masih aktif.
Sedangkan bagi kelompok tani yang saat ini sedang tidak aktif, kami akan melakukan dialog penyebab ketidak aktifannya. Dari situ kita nanti bisa mengambil tindakan, apakah bisa diaktifkan kembali atau seperti apa, ” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Erry Yanuar juga menambahkan, pihaknya terus melakukan edukasi terhadap masyarakat pertanian dan peternakan di Provinsi Banten.
“Banten ini khan wilayah pertanian. Jadi masyarakatnya masih banyak yang hidup sebagai petani, jadi masyarakat masih antusias menjalankan pertanian. Nah mereka terkendala lahan, solusinya harus memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan lahan pertanian,” tandasnya. (Bintang)
