Screenshot 2026-06-10 190236

JAKARTA SELATAN, buletinnasional.com – Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak berhenti ketika seorang anggota Polri memasuki masa purnabakti. Pesan itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Ke-XXVII yang diselenggarakan PP Polri Daerah Metro Jaya di Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Purna Bhakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri Dalam Mendukung Tugas Polri yang Presisi”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian para purnawirawan Polri di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

Ketua PP Polri Daerah Metro Jaya, Irjen Pol (Purn.) Drs. Mudji Waluyo, SH., MM, menegaskan bahwa pensiun hanyalah berakhirnya masa tugas kedinasan, bukan berakhirnya pengabdian seorang Bhayangkara kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pensiun bukan akhir pengabdian. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh berakhir, tetapi jiwa Bhayangkara akan tetap hidup dalam diri setiap anggota Polri hingga akhir hayat. Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara,” tegas Mudji Waluyo dalam sambutannya.

Menurutnya, para purnawirawan Polri masih memiliki peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat melalui pengalaman, integritas, serta nilai-nilai pengabdian yang telah dibangun selama bertahun-tahun dalam institusi Kepolisian.

Dalam sambutannya, Mudji Waluyo juga menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.

Ia menyebut bahwa gejolak ekonomi dunia turut berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk para purnawirawan Polri yang kini mengandalkan penghasilan pensiun untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh anggota PP Polri agar mengelola keuangan secara bijaksana dan tidak terjebak dalam praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal yang dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

“Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Pengalaman, keterampilan, jaringan, dan kemampuan yang kita miliki merupakan modal besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara terhormat,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, Mudji Waluyo juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar di era media sosial dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi dengan kecerdasan dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan perpecahan maupun persoalan hukum di tengah masyarakat.

“Sebagai mantan anggota Polri yang terbiasa bekerja berdasarkan fakta dan data, kita harus menjadi contoh dalam menyaring informasi. Jangan mudah percaya, jangan mudah menyebarkan, dan jangan mudah terprovokasi sebelum melakukan verifikasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota PP Polri untuk terus menjaga kekompakan organisasi, memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan hadir membantu sesama anggota yang sedang menghadapi kesulitan.

Menurutnya, nilai terbesar yang dimiliki organisasi purnawirawan bukanlah pangkat atau jabatan yang pernah disandang, melainkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang terus terpelihara.

“Jangan merasa sendiri, jangan merasa ditinggalkan, dan jangan merasa tidak berguna setelah pensiun. Negara masih membutuhkan pengalaman kita, masyarakat masih membutuhkan kebijaksanaan kita, dan organisasi masih membutuhkan partisipasi kita,” ungkapnya.

Peringatan HUT PP Polri Ke-27 berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Meskipun digelar secara sederhana, acara tersebut sarat makna sebagai refleksi perjalanan panjang organisasi dalam menjaga persatuan dan pengabdian para purnawirawan Polri.

Memasuki usia ke-27 tahun, PP Polri diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi wadah yang memperkuat kesejahteraan serta peran sosial para purnawirawan dalam mendukung pembangunan nasional dan tugas-tugas Polri yang Presisi.

Dengan semangat tema yang diusung tahun ini, PP Polri menegaskan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir perjalanan, melainkan babak baru untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dirgahayu PP Polri Ke-XXVII.

“Sekali Bhayangkara, Tetap Bhayangkara. Sekali Berjuang, Terus Berjuang.”

 

(Bintang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *