berita-1ae190fa-786d-47ad-90b8-f7ffeec5ad87 (1)

Tangerang, buletinnasional.com — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Yaqien, Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang, Rabu malam (2/9/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi ini bukan hanya momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menandaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan melalui sikap beliau yang jujur, amanah, sabar, penuh kasih sayang, saling menghormati dan peduli terhadap sesama. Menurut dia, nilai-nilai tersebut harus terus digaungkan dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

“Pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan manusia yang berkarakter, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.

Selain itu, Bupati Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan serta tidak menjadikan perbedaan pilihan maupun pandangan sebagai alasan untuk saling menjauh.

“Mari kita bangun Kabupaten Tangerang dengan semangat kebersamaan, gotong royong dan saling menghormati, sehingga tercipta masyarakat yang aman, nyaman, religius dan sejahtera,” tuturnya.

Ia juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar musim kemarau panjang yang tengah melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Tangerang, segera berakhir dan hujan kembali turun.

“Mari sama-sama kita berdoa supaya segera diturunkan hujan. Karena sebagian wilayah di Kabupaten Tangerang juga sudah mengalami kekeringan,” imbaunya

Ia mengatakan kondisi kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran pemukiman di sejumlah wilayah.

“Kita juga berdoa supaya Indonesia ini bisa segera turun hujan, karena di beberapa wilayah sudah terjadi kebakaran hutan, lahan dan kebakaran lainnya,” ujarnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (Bintang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *