IMG-20260413-WA0005

TANGERANG, Buletinnasional.com — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga hingga komunitas.

Perempuan dinilai memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan aktivitas domestik yang menjadi sumber utama timbulan sampah rumah tangga. Mulai dari kegiatan berbelanja, mengolah bahan makanan, hingga mengatur kebutuhan keluarga, perempuan berperan dalam menentukan pola konsumsi yang berdampak pada jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyampaikan, peran perempuan sangat penting dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Perempuan adalah garda terdepan dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan di keluarga. Melalui edukasi sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, hingga menerapkan pola konsumsi bijak, perempuan mampu menjadi penggerak utama perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

DLH Kota Tangerang mencatat, keterlibatan perempuan tidak hanya terbatas di lingkup rumah tangga, tetapi juga meluas ke tingkat komunitas. Salah satu contoh nyata ditunjukkan oleh Minah, pegiat lingkungan dari Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, yang sejak 2016 aktif menggerakkan warga melalui program bank sampah. Ia secara konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah, menekan timbulan, serta meningkatkan nilai ekonomi sampah anorganik.

Di tingkat lingkungan, kelompok perempuan kerap menjadi motor penggerak bank sampah. Mereka tidak hanya mengelola operasional dan administrasi, tetapi juga aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengurangan sampah. Selain itu, perempuan turut berperan dalam kegiatan penyuluhan, pelatihan pengomposan, serta kampanye pengurangan sampah plastik yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, aktivitas pengelolaan limbah rumah tangga juga membuka peluang ekonomi. Melalui kegiatan daur ulang dan pengolahan sampah menjadi produk kreatif, perempuan mampu menghasilkan nilai tambah yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga.

DLH Kota Tangerang terus memperkuat peran tersebut melalui berbagai program pemberdayaan, seperti pembinaan bank sampah, pelatihan pengelolaan sampah, serta pendampingan kelompok masyarakat guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus dihidupkan, termasuk dalam menjaga lingkungan. Perempuan hari ini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi penggerak perubahan menuju kota yang bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, DLH Kota Tangerang optimistis dapat menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus membangun budaya peduli lingkungan. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Tangerang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(ADVETORIAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *