TANGERANG, Buletinnasional.com – Sampah BERGURU (Bersih, Guyub, dan Rukun) RW 11, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang terus berinovasi dalam mengelola limbah rumah tangga. Kali ini, Bank Sampah BERGURU menggelar pelatihan pembuatan kokedama, teknik menanam khas Jepang dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai media tanam utama.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan narasumber ahli, yakni Ibu Titing dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang serta Bang Aan dari Komunitas Peduli Lingkungan. Dengan mengubah pandangan masyarakat bahwa sampah khususnya kulit kelapa, memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.
Ketua Bank Sampah BERGURU Reza Andika Alimy menuturkan, selama ini kulit kelapa tua sering kali dianggap sebagai sampah yang sulit terurai dan hanya dibuang begitu saja. Namun, di tangan para anggota Bank Sampah BERGURU, bagian serabut kelapa tersebut diambil untuk membungkus media tanam cocopeat.
“Kami diajarkan kulit kelapa tua bisa menjadi bungkus media tanam yang cantik. Dengan balutan benang wol, tanaman hias tampil lebih estetis tanpa memerlukan pot plastik lagi,” terangnya.
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya bertujuan untuk menekan volume sampah organik di wilayah RW 11 Karang Tengah, tetapi juga sebagai sarana memacu kreativitas warga dalam memanfaatkan lahan terbatas untuk bercocok tanam.
“Melalui sinergi antara pemerintah melalui DLH, komunitas peduli lingkungan dan partisipasi aktif warga, Bank Sampah BERGURU berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga produktif dan rukun,” tutupnya.
(Bin)
