SERANG, buletinnasional.com — Pemerintah Desa Tambak kembali menggelar Pekan Olahraga Desa (Pordes) tahun 2026 sebagai wadah untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial dari kalangan generasi muda. Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, cabang olahraga bola voli menjadi salah satu pertandingan yang mendapat perhatian masyarakat dengan mempertandingkan tiga kategori, yakni bola voli putra, bola voli putri, dan bola voli putra U-13.
Dalam kategori bola voli putra, juara pertama diraih RT 09 dari Citawa, juara kedua RT 07 dari Kedingding, dan juara ketiga RT 05 dari Pabuaran. Sementara kategori bola voli putri, juara pertama diraih RT 03 Kampung Tambak Idul, juara kedua RT 06 Tambak Gardu, dan juara ketiga RT 02.
Para pemenang mendapatkan uang pembinaan, dengan juara pertama sebesar Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, dan juara ketiga Rp500 ribu. Selain hadiah uang pembinaan, sejumlah pemenang juga memperoleh hadiah tambahan berupa hewan ternak dari Pemerintah Desa Tambak dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Tambak, Ade, S.H., mengatakan Pordes yang memasuki tahun ketiga ini tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga. “Tujuannya tidak lain ingin memacu bola voli di Desa Tambak agar masyarakat mencintai olahraga, baik bola voli maupun olahraga lainnya,” ujar Ade. Menurutnya, kegiatan olahraga juga memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari menjaga kebugaran hingga menjadi kegiatan positif bagi generasi muda. Dengan aktif berolahraga, masyarakat diharapkan dapat mengurangi aktivitas yang kurang produktif, termasuk penggunaan media sosial dan bermain telepon seluler secara berlebihan.
Ade menjelaskan, pelaksanaan Pordes khusus cabang bola voli menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun pertama, kualitas pertandingan dinilai masih belum terlalu kompetitif karena sebagian besar peserta masih dalam tahap belajar. Namun, setelah kegiatan olahraga dilakukan secara rutin, kemampuan para pemain mulai mengalami peningkatan yang terlihat dari semakin ketatnya pertandingan. Sejumlah laga bahkan harus berlangsung hingga set ketiga atau rubber set karena kemampuan antartim semakin berimbang.

“Alhamdulillah, ini tahun ketiga kita mengadakan Pordes khusus cabang bola voli. Jelas ada peningkatan yang signifikan. Kalau tahun pertama pertandingan masih kurang menarik karena kemampuan pemain belum merata, sekarang peningkatannya sangat jelas terlihat dari tahun ke tahun,” jelasnya. Menurut Ade, semakin sering masyarakat berlatih dan mengikuti pertandingan menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kualitas pemain.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pordes Desa Tambak 2026, Zhoyana Khaerunisa, turut mendukung pelaksanaan kompetisi sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat melalui olahraga. Pelaksanaan pertandingan diharapkan tidak hanya melahirkan tim-tim berprestasi, tetapi juga menumbuhkan semangat sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan antarmasyarakat di Desa Tambak. Pordes juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Pemdes Siapkan Akademi Bola Voli
Keseriusan Pemerintah Desa Tambak dalam mengembangkan olahraga juga diwujudkan melalui pembinaan atlet usia muda. Pemerintah Desa Tambak telah menyediakan wadah pembinaan bernama Akademi Tambak PM (Pelayanan Masyarakat) yang telah berjalan hampir dua bulan dan diikuti sekitar 90 peserta. Selain mengikuti pembinaan di tingkat desa, sejumlah anak muda Desa Tambak juga secara mandiri mengikuti sekolah-sekolah bola voli yang berada di wilayah Kabupaten Serang.
Ade berharap, setelah pelaksanaan Pordes selesai, kegiatan pembinaan di Akademi Tambak PM dapat kembali berjalan secara aktif. “Setelah acara Pordes ini, kita aktif kembali melakukan pelatihan bibit-bibit pemain bola voli yang ada di wilayah Desa Tambak. Harapan saya, ke depan pemain Desa Tambak tidak hanya bermain di lingkup lokal, tetapi bisa bermain di kancah nasional,” katanya.
Pemerintah Desa Tambak berkomitmen untuk terus mengembangkan olahraga bola voli, baik kategori putra maupun putri. Selain menjadi wadah prestasi, olahraga diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang mampu mempererat hubungan antarwarga. Ade menilai cabang olahraga bola voli juga memiliki potensi konflik yang relatif kecil dibandingkan beberapa cabang olahraga lainnya.
Karena itu, bola voli menjadi salah satu cabang yang terus didorong dalam agenda olahraga desa. Sementara cabang sepak bola untuk sementara tidak dipertandingkan tahun ini setelah pada pelaksanaan sebelumnya sempat terjadi insiden yang berpotensi menimbulkan keributan antarpihak.
“Harapannya olahraga, baik bola voli maupun olahraga lainnya, terus berkembang di Desa Tambak, khususnya cabang bola voli putra maupun putri yang kita tekuni dan seriusi,” pungkas Ade.
Melalui Pordes dan Akademi Tambak PM, Pemerintah Desa Tambak bersama panitia pelaksana berharap pembinaan olahraga dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pembinaan yang konsisten, potensi atlet muda Desa Tambak diharapkan mampu berkembang dari tingkat lokal hingga dapat berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. (Bintang)
